This is me....

Sabtu, November 09, 2013

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 4: Permainan dimulai lagi.. *Minho: ”kamu punyaku.. kwon yun bukan direktur mu”)

”kamu..apa masih suka kwon yun bicara denganmu?,” tanya Minho diruangannya pada Rima..
”maaf, Mr Lee...masih,” balas Rima
”I told you that kwon yun is my subordinate..he doesn’t have any right at all to regulate you,” balas Minho datar..
“so.. i knew when you had a dinner with him..your mobile has been set up with GPS to mine..,” katanya lagi
“wah..kacau ni boss aye..posesif sama sekretarisnya, pantesan die tau aye lagi makan..gak taunya dipasangin GPS.. uh,” rima mengeluh dalam hatinya
“okay, Mr Lee.. i won’t tell anything to him about my job or any else,” jawab Rima
“good.. now.. what can I sign up??,” Minho memulai pekerjaannya..
“today we must visit the new factory… see around it and visit several head of community,” jawab Rima
“okay.. let’s go.. he won’t be taken,” kata Minho, yang dimaksud adalah kwon yun…dia tidak akan mengajaknya pergi berinteraksi dengan pabrik baru
“but Mr Lee.. you’ve promised that Mr Kwon yun will be your director, so you must take him.. it will be very easy for him to handle the community and branch company later,” balas Rima
Dalam hatinya, Minho berkata,”ah..this secretary really knows my dislike feeling to my own cousin… I am just afraid he will take her away”
“ah.. okay.. call him,” balas Minho..

Rima pun menelepon Kwon yun dari kantor..
” oh, hi.. Miss Rima.. ”, jawab kwon yun ramah
” oh…jadi hari ini saya diperbolehkan ikut ke pabrik baru oleh boss mu yang tidak ramah itu???baiklah.. saya akan segera ke sana.. tolong tunggu saya sekitar 30 menit,” balas kwon yun lagi..
Mereka pun menunggu sampai 30 menit..karena kwon yun sama sekali belum tahu lokasinya...dan mereka pun berangkat bersama...
Sebelum masuk mobil Minho..wajahnya gak enak karena dia benar benar risih kalau kwon yun akan dekat dekat dengan Rima..dan bisa mengambil kesempatan minta dia jadi sekretarisnya nanti..
”I’ll sit on rear (aku duduk di belakang),” kata Minho..
Pak suryanto membuka pintu untuk Minho..
”kamu.... in front,” katanya pada kwon yun.. setelah masuk ke dalam..
Pak sur pun membuka pintu untuk kwon yun.. lalu untuk Rima..
Minho benar benar tidak memberikan kesempatan kwon yun bicara dengan Rima..
”boss aye.. benar benar deh kalau sudah kurang suka sama orang.. asli,” kata Rima dalam hatinya.. dia diam saja kalau tidak ditanya Minho dan Kwon yun..

”so...kita mau apa, Miss Rima?,” kata kwon yun memulai pembicaraan
”agenda hari ini..kita akan mengunjungi beberapa orang yang cukup berpengaruh di seputar pabrik,Mr Kwon yun.. jadi, kita bisa melakukan pendekatan kepada mereka,” balas Rima, yang duduk di samping Minho
Minho diam saja..walau dia sudah mulai sedikit tahu bahasa indonesia.. dia hanya mengambil kesimpulan mereka sedang membahas soal orang yang dikunjungi..
”so.. apa itu berat?,” tanya Minho, dia menoleh pada Rima dan senyum..dia pasang aksi supaya kwon yun gak banyak tanya..
”berat??tidak Mr Lee...kita hanya berbicara dan mengungkapkan maksud hati kita kepada mereka..approach them so that they will know what our aim to build a factory near by them,” kata Rima membalas senyum Minho
Minho sok pura pura senang,” oh..that must be very great... I might practise my bahasa also, hehe”
Kwon yun tahu bahwa Minho sudah mulai merasa tersaingi.. tabiat mereka berdua sejak sekolah bersama sejak SMP memang suka bersaing..dia menyindir Minho..,”aren’t you lazy speaking bahasa?,”
Tapi Minho malas ngeles,”since i’ve been here for 3 months and Appa told me that I might be here longer, I guess I must learn bahasa.. anyway, my surounding people speak bahasa, including my maid, so.. belajar bahasa itu penting, right pak Sur?,”
“iya, Mr Lee.. Mr Lee kan tinggal disini.. jadi ada baiknya belajar bahasa.. saya bisa.. ajarkan Mr Lee,” kata Pak sur ramah,”isteri saya kan bisa juga ajarkan Mr Lee,” .. isterinya Pak Sur juga pembantu di rumah sewanya itu..
Kwon Yun cengar cengir, dia merasa Minho memang sudah mengajaknya bersaing lagi...,”buktikan kalau kamu pandai berbahasa”, katanya..
”i will,” jawab Minho singkat..

Mereka sampai di lokasi pabrik..disana sudah ada pak Juanda dan beberapa orang yang ternyata aparat desa..
“Ini namanya Mr Lee Minho,” katanya ramah mengenalkan Minho pada semua temannya,”selamat datang, Mr Lee,”
Minho senyum,”ya.. selamat, semuanya,” dia berusaha berbahasa Indonesia..
Kwon Yun senyum juga,”saya Lee Kwon Yun, senang bertemu semuanya,” katanya ramah kepada Juanda dan aparat desa..
”saya Rima.. sekretaris Mr Lee Minho,” Rima menyatukan kedua telapak tangannya, salam ala indonesia..dan juga senyum
”saya bawa saja Mr Lee dan semuanya ke rumah saya..tidak jauh dari sini..tetapi maaf ya..rumahnya kecil,” kata Juanda beramah tamah..
Kwon yun membalas duluan dengan ramah daripada Minho yang masih berfikir, Juanda bicara apa,” baiklah, Pak Juanda... dengan senang hati”
Mereka pun pergi dari pabrik itu, sekitar 1 kilometer dari sana ada rumah tidak terlalu besar, tetapi halamannya sangat besar dengan kolam ikan mas.. lalu mereka duduk di sebuah rumah yang berdaun kelapa, seperti saung (rumah istirahat)..
”disini.. masyarakatnya masih bertani.. kita dekat sekali dengan ladang pertanian,” kata Pak Juanda, membuka pembicaraan di saung itu..
Minho bingung sebab dia masih benar benar kaku berbahasa..
Rima bicara pada Minho,”mostly people here work as farmers, you can see rice paddy fields around here, Mr Lee”
“then we must have hazard waste controller work,” Minho sepertinya serius,”in our last manufacture..the system is a like,”
“apa.. disini ada tempat penampungan dan pengolahan limbah??,” kata Rima pada pak Juanda
”ada. Semestinya tadi kita melihat keseluruhan pabrik dulu.. ,” balas Juanda,”i informed you before, several weeks ago that we have it,” katanya pada Minho
“now we are chatting about how we can identify the difficulties and problem to our surrounding, then we must make the SWAT analysis for it,” kata Minho
“I’ll bring some note, Mr Lee,” kata Rima
“just use your mobile.. it’s sophisticated enough,” Minho meminta smartphone nya rima.. “this is.. same as mine”, Minho menunjukkan caranya membuat schedule dan bagan bagan..

Tim Minho lalu berdiskusi tentang analisis SWAT, mulai dari kebutuhan para orang sekeliling pabrik mereka, terutama tentang kepegawaian dan banyaknya pengangguran seputar wilayah itu, potensi keamanan dalam pandangan mata, strategi pemberdayaan dan juga pendekatan kepada tokoh masyarakat..
Mereka membuat dalam bagan bagan.. kebersamaan mereka untuk membangun pabrik yang lebih berhasil membuat Minho bisa senyum hari itu..
“sesekali Tuan Lee harus datang kepada tokoh masyarakat disini,” kata pak Juanda, dia sudah kehabisan bahasa inggrisnya
”saya bisa berbahasa indonesia dengan baik.. jadi kalau Tuan Lee Minho ada kesulitan pembicaraan, saya bisa membantunya.. kebetulan nanti, saya yang akan memegang pabrik ini dan juga managementnya,” kata kwon yun ramah
”wah.. kebetulan kalau begitu.. jadi, kita sama sama saja ke sana.. tapi, ada daerah yang sangat becek dan berlumpur, kalau mobil tuan jalan ke sana, dijamin bisa rusak... apa tuan tuan semua mau??”, tawar Juanda
”teruskan saja, hehe,” balas kwon yun
Minho mengenyitkan dahi..dia tidak mengerti apa maksud mereka. Rima menyampaikan bahwa mereka akan menelusuri daerah ini lebih dalam lagi dan jika Minho berminat.. dan itu butuh medan yang cukup tidak membuatnya enak
”my clothes might be dirty??,” katanya pada Rima.
Rima mengangguk,”but this is gonna be our advantage to know the potency of this area, Mr Lee.. but it’s all up to you,”
Minho berpikir sejenak,”ah.. baiklah”, katanya dalam bahasa Indonesia yang kaku..
Lalu mereka semua berjalan kaki..benar saja..beberapa ratus meter kemudian, sudah banyak jalan seperti kubangan kerbau..
“hebat..aku suka ini,” kata kwon yun semangat,”ayo buka sepatu kalian”
”heeeh?,” Minho heran lihat sepupunya buka sepatu dan menaikkan celana panjangnya

Pak Juanda dan teman teman aparatnya terkekeh, lalu Rima juga ikut membuka sepatu dan kaus kakinya..
”it’s gonna be like this if in rainy season, Mr Lee,” kata Juanda
Minho ragu membuka sepatu dan kaus kakinya.. tapi kwon yun mengajaknya untuk bisa mengerti keadaan.. lalu akhirnya dia pun ikutan..
”this is dirty..,” dia menggerutu..sambil menenteng sepatunya..
“but this is life in village, Mr Lee,” kata Rima dengan ramah,mencoba menghibur boss nya sendiri..
“just bring it on, Minho.. it’s cool,” kata kwon yun senang
Lalu Minho menggerutu dalam bahasa korea pada kwon yun...tapi kwon yun malah terlalu excited dengan pengalamannya hari itu.. mereka jalan melewati jalan yang becek..Minho terlalu sibuk sama melihat celana panjangnya yang takut kotor..
“please roll a bit higher if you are afraid it’s being dirty, Mr Lee,” kata Rima
“that’s ok,” jawab Minho datar.. kwon yun Cuma cengengesan..
Setelah hampir satu kilo mereka jalan, sampailah di rumah ketua dusun..

Lalu mereka pun bicara dengan ketua dusun (RW) dengan ramah.. kwon yun memang mengasyikkan untuk diajak ramah..dalam waktu cepat, ketua dusun bisa akrab dengan kwon yun.. sementara Minho malah lebih banyak memperhatikan dan mencerna pembicaraan..
“jadi..kalau mau punya security memang baiknya orang sini juga, neng.. abah punya beberapa kenalan.. daripada nanti ada banyak premannya,” kata ketua dusun
”kalau bisa..memang dibantu, abah.. tapi orang sini yang baik baik....kan lumayan... orang sini juga bisa kita pekerjakan,” balas Rima, ramah
”begitu bagus, Pak..,” kata kwon yun senyum
”nah..apalagi bapak Kwon yun ini bisa berbahasa indonesia, pak..jadi bapak bisa ngobrol ngobrol sama beliau,” kata Rima lagi
Lalu Rima menoleh pada Minho,”should we make some announcement that we might hire many ex high school graduated to be our employees, Mr Lee?”
“right away..because we’ll start next 2 weeks and let the HRD come here,” balas Minho
“Jadi begini, pak..nanti kita akan membuat pengumuman dibutuhkan para karyawan.. kalau bisa, kami akan mengusahakan mereka dari seputaran lingkungan ini aja.. terutama buat anak anak lulusan sma atau smk, begitu..nanti untuk pengumuman atau selembaran, saya coba kasih ke bapak,” kata Rima menjelaskan pada lelaki ketua dusun yang bernama ujang itu
”abah.. lamun aya nu nganggur di bejaken ku abah..engke aya nu pegawean kan lumayan atuh,”kata Juanda bicara dalam bahasa sunda..
”ma nya.. engke abdi taros anak anak muda ti die.. pastina hoyong gawe mah,” jawab bah Ujang
”neng Rima orang mana..sunda?,”kata bah ujang ramah..
Mereka semua menikmati teh manis dan singkong goreng buatan isterinya bah ujang, ketua dusun..
”ayo silahkan.. kami Cuma punya ini,” kata bah ujang ramah
Minho dan kwon yun bingung..apa itu yang disuguhkan
”cassava fried,” kata Juanda.. kwon yun tertawa,” oh..cassava.. sepertinya enak..gurih”, dia langsung mengambil satu potong dan mencoba memakannya..
”saya betawi, pak, babeh saya dulu jawara setu,” kata Rima ramah
”eleuh... babeh hamid bin mustafa alwy ya??,” bah ujang kaget
”loh..abah kenal??,” kata Rima heran
Kwon yun heran juga,”wah..kalian saling kenal??”
Minho bingung, lalu kwon yun bilang dalam bahasa korea bahwa sebenarnya ketua dusun ini dan ayahnya Rima saling kenal dimasa lalu..
”kenal atuh, neng..berarti si eneng teh yang dulu kecil suka dibawa bawa latihan silat ini..waduh..meni dah gede pisan.. geulis (cantik)..inget gak neng..neng juga suka pake baju silat cimande gitu..ikut ikutan yang lain latihan??,” kata bah ujang memuji
”wah..ternyata abah ujang ini teman babeh aye..iye..aye masih inget..jadi malu,hehe,” rima langsung senang,Pak Juanda senyum,”wah..mudah mudahan lancar kalau begini..anak jawara ketemu jawara juga”
”what is jawara?,” tanya Minho..
“jawara is actually a martial art practice, but it can be in good or bad meaning,” kata pak Juanda.,”this Mr Ujang is jawara in here and he is not bad person..he takes care of my manufacture,” balas Juanda
“oh.. patronize,” balas Minho..
“so.. Miss Rima’s father is jawara, friend of Mr Ujang,”kata Juanda lagi
“eat this,” kwon yun menawarkan singkong goreng pada Minho..
“salam sama beh hamid ya,” kata ujang,”dari ujang jawara desa Jambu,”
”insya Allah, bah.. nanti aye sampein,” kata Rima senyum
”keamanan disini mah..pokoknya abah yang jaga dari dulu..insya Allah gak pada berani..abah kan juga ngajar silat disini sama anak anak,” kata ujang lagi
Minho mencoba memakan singkong, kwon yun malah tertawa lihat gaya makan sepupunya yang aneh..memakan singkong goreng dibungkus dengan tissue..
Minho memandang kwon yun dengan aneh..,”tidak salah bukan??”, katanya
”ya..tidak salah..tetapi ini bukan tradition disini.. begini cara memakannya,” kwon yun menunjukkan.. terlihat sekali dia bersaing untuk mendapatkan hati orang orang yang sedang berkumpul disitu..
Minho cuek saja..dia makan dengan gayanya sendiri..
”mister Lee kwon yun ini dari korea juga?,” kata bah ujang ramah
”saya, pak Ujang..saya adalah sepupu Mr Lee Minho,” kata kwon yun ramah..,”saya akan pegang pabrik disini..saya mohon bantuan pak Ujang..,”
”Iya, Mister.. insya Allah..abdi disini mah..Cuma bantu bantu aja,” kata pak ujang pakai logat sunda..
”jadi pak Ujang..tolong dibantu..dalam dua minggu ini kami akan buka lowongan pekerjaan untuk karyawan pabrik,” kata kwon yun lagi
”sumuhun..insya Allah dibantu,”jawab pak Ujang
”nanti dibantu, Mr Lee,” kata Rima pada kwon yun..
”bagus kalau Miss Rima jadi sekretaris saya..sebab pak ujang sudah kenal kamu,” kata kwon yun..
Wajah Minho langsung terlihat tidak suka..tapi dia diam saja..
Dalam hatinya, dia menggerutu,”damn you, kwon yun (si4lan kamu)”

”Beh hamid gimana kabarnya, neng?? Aduh kapan kapan abah pergi ke setu..ketemu sama babaturan lama iye (ketemu sama sahabat lama ini),” bah Ujang benar benar mengenang
”maaf..saya hampir lupa wajah bah Ujang.. babeh sehat, Alhamdulillah”balas Rima ramah..
”teu nanaon, neng..kalau jodoh ketemu mah..gak kemana.. keliling dunia juga..ketemu lagi kalau sodara mah,” pak ujang beribarat
”Mister Lee kwon yun kalau butuh bantuan saya..insya Allah saya bantu…,” kata pak ujang lagi..
”iye teh..sadayana bade tuang?,” katanya melanjutkan pembicaraan
”do you all wanna have lunch with us??,” kata pak Juanda
“lunch?,” Minho heran lagi
“ye..why not?,” kata kwon yun..membalas perkataan Minho..
”mii...urang rek dahar.. geura sediaken!,” teriak ujang ke dalam ruangan..ke isterinya.. dia masuk ke dalam rumahnya..
”why are you so sensitive?,” kwon yun berbisik pada Minho
“I know that you get closed to my secretary..damn you”, balas Minho berbisik pula, tapi memaki pada sepupunya..
Kwon yun Cuma jawab dengan senyuman nyindir, tapi masih berbisik pada Minho..,”but she really deserves to be my secretary than yours.. see? She gets along with his father’s friend”
“sh*t,” jawab Minho datar..

Perempuan setengah baya yang disebut Ummi itu lantas mengeluarkan alat alat makan, nasi, lauk dan buah pisang.. serta sambal.. makanan khas sunda yang sangat sederhana..
“abdi teu gaduh nanaon iye.. Cuma sekedik (saya gak punya apa apa ini,Cuma sedikit),” kata bah Ujang ramah
Juanda menterjemahkan,”ini Cuma sedikit, gak ada apa apa,” katanya pada semua
Tapi kwon yun memang dasar orang dengan tipe ceria, dia malah merasa excited dibandingkan Minho..
”wah.. ini bagus! Saya belajar untuk cinta makanan Indonesia,” katanya senang
”sungguh, Mister?? Takutnya nanti sakit perut,” balas bah Ujang
”tidak..tidak..aku belajar suka,” balas kwon yun lagi..
Minho agak sedikit cemberut..dia merasa tidak bisa apa apa dibanding kwon yun yang sudah mulai diterima disana..
”wanna eat also?,” tawar kwon yun padanya
“ye,” jawab Minho singkat..
Disana terlihat ada menu sangat Indonesia sekali: nasi, sayur asem, ikan asin, tempe, tahu, sambal dan buah pisang..

Minho menggerutu dalam hatinya..bagaimana dia bisa makan ini semua.. makanan yang gak pernah dia coba sama sekali.. sedang sepupunya, kwon yun malah bersemangat ingin makan yang menurut dia, makanan aneh..
”ini makanan kampung, Mister Lee,” kata bah Ujang basa basi
Kwon yun mencoba mencicipi dengan sendok nya,”enak”
”try, Mr Lee,” kata Rima, ramah pada Minho.. dia menuang mangkuk isi sayur asam untuk Minho..
Minho datar menanggapi dan mencoba nya..,”enak”, katanya juga, tapi dengan ekspresi datar yang tidak jelas..
Bah Ujang senang tamunya pada suka,”ayo ayo..dimakan.. gampang masak lagi nanti mah.. disini mah..makan apa aja bebas euy”
Mereka coba makan dengan lahap, terutama kwon yun yang ternyata penasaran sekali dengan menu itu..
”saya boleh minta recipe nya.. nanti saya suruh maid saya buatkan,” kata kwon yun
”maid nya Mr Lee Indonesia?,” kata Rima
Kwon yun mengangguk, lalu dibalas Rima,”kalau Indonesia, rata rata bisa membuat”
” oh..kalau begitu..besok saya mencoba dia masak,” jawab kwon yun
”Kwon yuuunnnnn…. Damn youuuu,” dalam hati Minho menggerutu..
Mereka berbasa basi.. makan sambil tertawa tawa.. bah Ujang memang ternyata orang yang ramah sekali.. dan kebetulan memang tokoh masyarakat di situ..dia cerita dulu sebelum juanda dan orang lain bangun pabrik, gimana kondisi sekitar, cerita soal masalah pengangguran, kondisi masyarakat, preman yang ada dan sebagainya.. ternyata Minho agak ngeper juga ketika dia bercerita tentang preman, yang coba diterjemahkan oleh Juanda dan Rima..
”can we handle them?is it like yakuza?,” Minho takut
“kalau bisa di atasi.. bisa.. asalkan kita tidak mematikan mereka,” balas bah Ujang,”insya Allah saya coba bicarakan dengan yang suka aneh aneh disini”
”we can handle them Mr Lee,” kata Juanda

Agak lama mereka bicara sampai mungkin lebih dari 2 jam..sampai sudah lewat tengah hari dan akhirnya mereka pulang kembali..
“salam atuh ka nu babeh Hamid nya, neng Rima.. abdi bade ameng ka ditu dah..kapan kapan,” kata bah Ujang..
”insya Allah disalamin, bah.. pasti babeh juga masih ingat sama abah,” senyum Rima..
”kami..permisi.. terima kasih atas semuanya, pak Ujang,” kata kwon yun ramah..
Lantas mereka pulang..kembali melewati jalan becek dan berkubang yang cocok untuk kerbau.. Minho menggerutu..
“kaki ku kotor,” katanya setengah berbisik menggerutu..
“kamu seperti tidak pernah bermain lumpur saja waktu kecil,” balas kwon yun berusaha berbahasa Indonesia pada sepupunya sendiri
”ibdagchyeo (shut up),” balas Minho singkat
Setelah sampai.. mereka pun membersihkan diri dan lalu bicara lagi dengan Juanda dan teman temannya
”saya senang.. tetapi nanti saya akan memberitahukan kepada HRD untuk membuat announcement”, kata Minho terbata bata
”terima kasih, Mr Lee,” kata Juanda ramah..
”soon akan saya minta Kwon yun ke sini,” kata Minho lagi.. bahasa Indonesianya benar benar mikir untuk terucap..

Mereka pamit...di dalam mobil pun.. Minho lebih banyak diam.. wal hasil, mereka ber empat diam saja..
Lalu sampai di ruangan kantor.. Minho ngamuk pada sepupunya itu..
Dia bicara dalam bahasa korea kalau sepupunya sudah seperti melanggar batas antara pekerjaan dan pribadi yang memang mereka sedari kecil suka sekali bersaing dan tanpa basa basi menunjukkan persaingan di depan orang banyak. Dia marah karena merasa sekarang bukan waktunya bersaing dulu.. kwon yun Cuma santai menanggapi dia,”I want your secretary”, katanya santai
Minho melotot,”try if you can.. or I will tell father to kick you out and handle another factory in other country.. I know that you like this country the most”
“I guess there are still many skilled women in this country,” katanya lagi pada kwon yun
“but I want her, hehe,” kwon yun cengengesan.. Minho mengeplak kepalanya kwon yun
Rima tak sengaja melihat dari kaca, justru dia bukan merasa aneh, tapi merasa lucu, dia berfikir se judes judes nya Minho ternyata masih terlihat seperti anak anak juga kalau debat dengan sepupunya.. Minho lupa kalau dari kaca, tingkahnya bisa dilihat sekretarisnya sendiri..
“I’ll ask yudha to find out a new secretary.. if he can recommend some one, sure you must accept her,” balas Minho
“1 hour to go home,” kata kwon yun,”wanna go with me or accompany your secretary home?,” kwon yun cengengesan.. Minho mengelepak kepalanya lagi..
“like I care.. you always are busy with my matter,” kata Minho ketus
“eh..you know what?? She works with her heart for you..i guess, hehe,” kwon yun mulai menggoda sepupunya sendiri
“everyone must work alike that,” jawab minho ringan..dia mengambil minuman dari kulkas yang ada di dalam ruangannya..
“step by step you will fall in love with her,” canda kwon yun lagi
“no.. but you.. in fact, you haunt me to give her,” balas Minho cuek..
“and you have changed so much in this 2 weeks,” kwon yun cengengesan lagi membalas..
Kwon yun iseng memencet tombol voip ,”come here,” katanya pada Rima
Rima lalu ke ruangan Minho..,”Mr Lee..memanggil saya?”
Kwon yun menyuruhnya duduk di sofa,”silahkan duduk”
Lalu kwon yun iseng duduk juga di depannya Rima,”aku ingin meminta opini mu sebagai sekretaris pribadinya”
“maksudnya??,” Rima heran
“menurut kamu.. lebih pantas aku atau Lee Minho yang jadi direktur kamu??,” senyum kwon yun..
Minho langsung menghampiri kwon yun.. dia berdiri melipat tangannya..
“Mr Lee Minho..,” balas Rima,dia berusaha menghormati atasannya sendiri..
”apa?? Apa kamu gak stress kerja sama dengan dia?? Dia menyuruh kamu membuat kopi, mencarikan makan siang nya, mengirim Koran ke ruangannya..kamu seperti maid buat dia, “ kwon yun mencoba menjatuhkan Minho..
Minho mulai tidak suka.. ‘kwon yun..this is not your territory”
Rima mencoba mengerti apa maksud Minho,”mr Lee Minho is my director,” katanya singkat,”so what ever he orders me as long as it’s not harmful for me, it’s okay, Mr Lee Kwon Yun,”
Kwon yun berdiri,”yah.. baiklah.. kamu memang tipe pekerja setia, silahkan lanjutkan pekerjaan mu..”
Rima menunduk hormat,”terima kasih,” lalu dia keluar ruangan.. tapi kwon yun mencegah,”tunggu,Miss”
Rima menoleh..”ada yang harus dibahas kembali??”
Kwon yun iseng lagi,”nanti..pulang.. Mr Lee yang ini akan mengantarkan mu,” dia menunjuk pada Minho..
Minho benar benar geram dengan kelakuan sepupu nya..lalu dia hanya berusaha menjawab datar,”yes”
Rima senyum,”thank you, Mr Lee.. tetapi jika membebani..saya akan pulang sendiri”
“tidak apa..saya mencoba mengantar,” kata Minho..
Rima menunduk hormat lalu keluar ruangan..
Dia bukan sebel tapi malah senyum senyum,”keluarga yang aneh,” katanya tentang Minho dan Kwon yun..
Kwon yun ternyata menggoda sepupunya lagi,”ah..ah.. the story begins”
Minho mengelepak kepalanya kwon yun lagi..tapi kwon yun malah tertawa..

Kwon yun pulang duluan karena dia bilang, dia mau dugem.. dia sempat mengajak Rima tapi Rima menjelaskan kalau dia tidak suka dugem.. dan menolak baik baik, karena berbeda prinsip dengannya..
“dia terlalu suka dengan mu,” kata Minho singkat di dalam mobil..
”Mr Kwon yun saya melihat memang ramah, Mr Lee,” kata Rima berusaha menengahi..
”dia ingin kamu,” kata Minho lagi singkat..
”tapi..saya kan berkerja di bawah Mr Lee.. jadi, dia tidak bisa,” kata Rima lagi
Suryanto diam saja boss nya berbicara, tidak mau ikut campur urusan boss..

Lalu mereka sampai di tempat Rima.. beh hamid kaget karena Minho datang lagi.. setelah hampir 1 minggu gak lihat wajahnya..
Minho menunduk hormat pada beh hamid.. tapi sama sekali tidak senyum..
”lu pulang tumben dianter die,” kata beh hamid, membalas cium tangan anaknya..
”please come inside, Mr Lee,” kata Rima ramah,”pak Sur”
Minho ikutan masuk di teras.. dia duduk.. beh hamid ngeliatin dia lagi dari atas ke bawah walau beh hamid duduk dari bangsal kesayangannya..Rima masuk ke dalam..menyiapkan minum dan kue..
”lu abis kemane kotor kotoran gitu?,” katanya pada Minho, dia melihat ujung celana panjang Minho kotor
Minho kaget, ternyata Beh Hamid perhatian pada dia sampai sekecil kecilnya..tapi Minho Cuma tahu kata ”kotor”, jadi dia tidak bisa jawab..lalu diterjemahkan oleh suryanto
” oh.. we just went to désa Jambu, then me and others must had to unsnap our shoes.. because it’s really muddy”, katanya pada beh hamid.. dia menoleh ke wajah beh hamid..
“ah..lu kalau ngomong gue kagak ngarti,” kata beh hamid judes..sambil kipas kipas
“maksudnya begini bapak babeh.. ,” kata suryanto,”boss saya ini tadi jalan ke desa jambu.. terus dia harus jalan berlumpur lumpur, jadi kotor bajunya”
“ooo.. emang lu kagak takut cacingan??,” beh Hamid benar benar polos,”lelaki kayak lu mana bisa maen lumpuran begitu.. bisa bisa lu cacingan, entaran emak lu di korea sana repot,” dia benar benar nyindir Minho
Pak sur nutup mulutnya, maksud mau ketawa tapi di tahan tahan..
Minho diam saja..dia memang tidak tahu apa maksud perkataan beh hamid.. ketika dia mau minta suryanto terjemahkan, rima keluar dengan membawa minuman dan kue..
”angin dingin.. ntar lu pilek..sayang banget kalo cakep cakep kena pilek.. jadi kebetulan eni ada aer jahe.. lu coba..enak,” kata beh Hamid lagi.. dia benar benar jadi suka nyindir Minho
“please have a drink, Mr Lee.. silahkan,” kata Rima,”pak sur..silahkan”
”iya mbak ...,” jawab Sur,”ayo silahkan Mister,” katanya pada Minho
Minho mencoba meminum,”is it like ginger,” katanya
“iye.. jahe,” potong beh Hamid..
Ekspresi Minho benar benar datar menanggapi Beh Hamid..
”beh.. tadi ada orang desa Jambu kenal sama babeh.. namanya abah Ujang,” kata Rima
Beh Hamid kaget,”walah.. buset.. jadi lu ketemuan ame si Ujang?? Bujug dah.. gue kangen banget sama tu bocah ya!!,”
Minho agak sedikit menyembur minum karena dia kaget melihat ekspresi beh Hamid yang kata katanya seperti membentak, padahal sedang heran campur senang..
”wait a moment, Mr Lee.. I’ll take the napkin for you”, Rima buru buru masuk rumah dan mengambil lap mulut untuknya
“alaah..elu nape sih, eh?? Pan gue dah lama gak ketemuan sama si Ujang.. ngapain lu nyang kaget??,” beh Hamid malah jadi bingung,”muka kotak kotak emang aneh yee..ih”, dia nyindir ke Minho
”what is he talking about??,” Tanya Minho pada Sur
“he said that why you are so shocked, Mister,” jawab Sur
“tell him that I am shocked seeing his expression”, balas Minho
Lalu sur mengatakan apa yang Minho bilang ke dia.. beh Hamid malah ketawa ngakak
”nyang aneh lu apa gue seh.. muka kotak kotak??,”katanya nyengir kuda
Rima keluar dengan membawa lap untuk mulut,”terima kasih”, jawab Minho, dia lalu sibuk mengelap jas dan celana panjangnya yang kena tumpahan dan semburan air jahe dari gelas dan mulutnya sendiri..
”iye, beh.. tadi itu aye gak tau.. ternyata ntu teman lama babeh,” kata Rima
”walah... kalau gue tau.. lu ajak gue deh.. lama gue kagak ketemuan sama ntu orang gile,” balas beh Hamid semangat
”gile apenye beh?? Baik begitu, ramah,” jawab Rima
”kalo dah ngamuk die gile.. babeh aje bisa kalah silatnye,” balas beh Hamid lagi..
”eh.. muka kotak kotak.. lu cobain tuh makanan buatan bini gue..enak,” beh hamid lalu mengambil toples kue, dibuka dan di sodorkan ke Minho..
”please taste it,” kata Rima
” oo.. baik,” jawab Minho..
“eh.. lu dah bise basa Indonesa?,” Tanya beh hamid
”hanya sedikit, pak babeh,” jawab Minho.. dia meniru gaya suryanto, supirnya dalam memanggil beh hamid
”kalo dah pake pak kagak usah pake beh lagi.. ribet amat lu,” jawab hamid kalem..
Rima ketawa nutup mulutnya,”si babeh..,”
”eh iya, beh.. babeh mampir aja ke sana.. kapan hari besok aye mau ke sana lagi, beh..” lanjutnya
”sama si muka kotak eni?,” beh hamid nunjuk ke Minho, Minho menatap dia dengan aneh..
”namanya Mr Lee Minho babeh.. kagak sopan bilang begitu ke orang,” jawab Rima
”maap yee.. gue susah bener nyebut nama lu.. ,” beh hamid nyengir kuda,”coba nama lu ganti nama indonesa gitu, jadi pan gue kagak ribet kendiri”
Minho Cuma garuk garuk kepala.. dia benar benar gak faham beh Hamid ngomong apa padanya..
”ini..terbuat dari apa?,” Minho Tanya pada mereka
“ini bernama kue kembang, made from white flour, sugar and fried by the wire print”, kata Rima
“what??,” Minho langsung melempar potongan kue itu..dia kaget karena dia pikir kue itu dicetak dengan kawat panas..
“ih.. lu bego banget ya.. muke kotak kotak.. makanan dibuang.. mubazir tau!,” beh hamid marah marah.. dia memungut kue yang dibuang Minho
“my father is angry that you spoil that crisp”, jawab Rima sambil ikutan memungut
“I am sorry.. but it was fried by wire,” Minho panic sendiri
“it’s not by the wire that you thought before.. I’ll show you,” balas Rima
“enyak…tolong ambilin cetakan kue kembang dong , nyak!,” katanya dia teriak pada ibunya
Tak berapa lama.. salma keluar membawa cetakan,”eh..ada mister.. map ye.. baru keluar.. sudah dimakan kue nye??”
Minho senyum aja.. makin gak ngerti apa maksud salma..
“here it’s ..it’s not like a wire you thought before,” rima menunjukkannya
Minho garuk garuk kepalanya,”I am sorry”
“sori..sori.. dasar muke kotak kotak,” bales beh hamid..
”pak Sur..tinggal bersama Mr Lee bukan??,” tanya Rima,”sama isteri juga??”
Suryanto mengangguk..
“ini dibawa ya.. masih banyak di dalam,” senyum Rima,”nanti aye masuk dulu”, lalu dia masuk lagi ke rumah
Salma cengengesan salting liat cowok cakep,”dari kapan datengnye, Mister??”
Beh hamid memukul pundaknya,”elu..kagak bisa liat roman kinclong.. ”
”yeee... pan gue kagak naksir eni sama die.. lu cemburu aje,” bales salma
”iye lah.. lu bini gue,” bales hamid ketus..
”ini.. dibawa ya.. enak,” Rima dah membungkus sesuatu
”what is it?,” kata Minho
“that crisp,” balas Rima, “bring it”
“it’s too many,” kata Minho lagi
“that’s okay..we still have plenty,” balas Rima lagi
“thank you, Rima… also thank you, Ibu.. and to you too, pak babeh”, kata Minho ramah.. dia menerima toples kue kembang itu..kue tradisional betawi..
“babeh.. gak pake bapak,” balas beh hamid..,”eh.. elu belajar basa indonesa ye?? Lu tinggal disini kuper kalo kagak bisa ngomongnye,” beh hamid malah senyum
Minho balas senyumnya, padahal dia gak ngerti..,”pak babeh baik dengan saya,” katanya lagi
Beh Hamid bingung,”perasaan gue judes banget sama die deh.. kok die bilang gue baek??”
Suryanto senyum senyum aja.. dia tau bener memang gaya orang betawi bicara seperti terlihat marah, padahal aslinya enggak ….
”well.. pak babeh.. ibu and Rima.. excuse us,” Minho
”kepareng, semuanya,” pak sur sedikit menunduk
”lu lagi.. gue bukan orang jawa,” kata beh hamid,”lu ngomong pake bahasa indonesa aja nape?”
”hehe.. permisi pak babeh,” kata Sur lagi,”salamualaikum”
”waalaikumsalam,” jawab mereka bertiga
”hati hati ya, pak sur,” kata Rima
Mereka lalu pamit...

Sampai dirumahnya, Minho senang sekali mendapat setoples kue walau kue tradisional.. dia ngunyah ngunyah kue itu sambil nonton tivi
”Dinner, Mr Lee ??,” kata bu suminah, isterinya pak Suryanto
”no, thanks.. i’m full with this kue,” katanya senyum pada isterinya Sur lalu kembali menonton tv.. dia asik menggoyang goyangkan kakinya yang dia naikkan ke atas meja sambil nonton tv..
“si mister kok senang amat ya, pak??,” kata suminah ke suaminya, suryanto
”kayaknya habis di kasih kue dia berbinar binar, bu, hehehe,” kata sur bisik bisik di dapur
”ealah.. kue yang dia makan itu??”, tanya suminah, suryanto mengangguk
”dari sapa, pak??”, lanjut suminah
”dari sekretarisnya,” jawab Sur..
”wooh.. jangan jangan si mister jatuh cinta??,” suminah cekikikan..
”kagak tau juga, bu.. soale kan..katanya dia sudah punya pacar di korea sana,” balas suryanto sambil duduk minum teh..
”ah.. gak juga, pak... sapatau dia bisa aja naksir sama sekretarisnya itu,” isterinya duduk di depannya..
”jangan kenceng kenceng.. nanti aku dimarahi kalau gosipin dia,bu”
”yo wes, pak..aku masuk kamar duluan.. kerjaan ku dah selesai,” kata suminah, lalu dia masuk ke kamarnya di belakang
Suryanto melanjutkan minum tehnya, lalu masuk juga ke kamarnya di belakang..satu kamar dengan suminah..
Minho meng sms rima,”terima kasih.. for the kue, Rima.. enak.. crispy” katanya dalam sms
“sama sama, Mr Lee,” jawab sebuah sms tak berapa lama, ternyata dari kwon yun.. Minho salah memencet dan mengirim sms karena terburu buru
”aduh.. si Kwon yun!,” dia menepak dahinya sendiri..
Kwon yun yang disana langsung heboh,”apa?? Dia mendapat kue dari sekretarisnya?”
Dan langsung menelepon Minho.. Minho diam saja, pura pura tidak mendengar ada telepon dari sepupunya.. takut diserang lagi seperti tadi pagi sampai sore..
”bad Minho! Dia tidak mengangkat telepon,” kwon yun menggerutu, lalu dimatikan misscallnya..
Setelah berkali kali kwon yun mencoba menelepon dan tidak diangkat oleh Minho.. barulah Minho berani mengirim sms ke Rima..
”sama sama, Mr Lee..tidak seberapa,” jawab Rima..
”ah.. bad.. i mis sent,” kata Minho dalam hatinya..,”perhaps si kwon yun tidak mempermainkan aku besok,”,lalu dia matikan tivi dan pergi menggosok gigi..