This is me....

Minggu, November 03, 2013

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 2: Cuek Banget Ya, Ni Korea)

”hari ini lu mau lemburan lagi?,” kata Beh Hamid ke Rima
”aye gak tau, beh.. kemarin aja dadak gitu,” jawab Rima.. dia menyiapkan ompreng buat di bawa untuk makan siang
“lu kalo mau lembur ampe malem gitu bilang ma babeh lu..jadi kite gak kawatiran,” kata emaknya sambil gorengin tempe
”aye pan bilang juga, nyak.. ntu ye, beh?,” balas Rima
”ho oh.. kemaren ditelepon gue..eh tapi tu orang songong banget ye,” beh hamid gosipin Minho
“emangnye nape?,” kata emaknya Rima, Salma..
“gapapa, nyak..ah biasa..babeh aje yang sensi,” balas Rima
“halah.. elu..belain boss lu..mentang mentang die tinggi cakep,” nyolot beh hamid
Salma menghampiri lakinya dan menaruh piring yang isinya tempe tempe goring,”emang nape? Tadi malem aye dah tidur”
“halah.. Tanya tu sama anak lu kendiri.. ribet tu boss.. songong.. kagak hormat sama sekali ma gue yang lebih tue”, ujar beh hamid
”emang die gitu, beh..sama aye aje kemarin kagak bilang bilang trima kasih,” jawab Rima. Dia memakai jilbab, siap siap buat pergi
”noh, kan.. kagak ada sopannye?,” balas beh hamid
”ya udeh lah...kagak usah dipikirin.. nyang penting lu kerja nyang bener.. ,” kata salma
”iye, nyak..aye pergi dulu ye,” rima mencium tangan ibunya, lalu ke beh hamid,”aye pamit, beh...”
”salamualaikum,” katanya lagi

Sampai di kantor..
Rima sudah lihat Minho datang duluan di ruangannya.. Rima lalu masuk dan menyapa..
Jawaban Minho Cuma,”morning”, lalu dia sibuk lagi lihat smartphonenya..
Rima lalu menunduk hormat dan dia keluar ruangan minho dan menuju ruangannya..
Dilihatnya, jam menunjukkan pukul 7 tepat...
Rima menyalakan komputernya dan dia mulai bekerja… pagi ini jam 8 sudah ada meeting soal pengembangan gudang dan pabrik baru yang rencananya akan dibuka di seputaran kerawang..
”have you prepared for it?,” Minho menyapanya lagi dengan telepon voip..
“I have, Mr Lee.. I will give you right away to read,” jawab Rima
“okay.. lekas,” balas Minho
Dia pun memprint ulang dan datang lagi ke ruangan Minho
”bagus ya? ,” ujar Minho,”kamu saja nanti yang sampaikan ini semuanya”
”baik.. but truly, Mr Lee.. it’s my 2nd day of work so that I need to know the base story or background of this presentation”
“ah.. simple.. my father wants to expand and we guess… having a new manufacture in nearby here is a good strategy”, jawab Minho
“jadi.. please help me,” lanjutnya lagi
“wah.. tumben dia minta tolong.. padahal kemarin mana?,” kata rima dalam hati..tapi dia masih mencoba menghormat pada atasannya,”baiklah, Mr.. saya persiapkan diri saya dahulu”
”this is your additional salary.. last night,” Minho memberikannya sebuah amplop dengan tulisan yang gak dia ngerti
“thank you, Mr,” balas Rima..
“now.. prepare for it.. it must be copied till 10.. “, kata Minho
“okay, right away, Mr,” Rima bangkit dan dia keluar ruangan..kembali ke ruangannya..
Dia menelepon Irfan untuk persiapan ruangan
”bang.. ½ jam lagi kita mau meeting...tolong disiapkan ya.. LCD, spidol, minum, kue, ruangan harus rapi...tolong ya, bang”
”beres, Neng... ,” balas irfan

Meeting dimulai..sebelumnya datang sepupu Minho, Lee Kwon Yun..
”selamat pagi semuanya, ” Kwon Yun ternyata lancar berbahasa Indonesia..
”this is my counsin, Kwon Yun,” kata Minho pada Rima
Rima menunduk hormat,”salam perkenalan, tuan Lee”
“jadi.. kamu sekretaris barunya Minho ya? Hahahaha,” kata Kwon yun tanpa basa basi
”jaga Lee yang satu ini ya! Dia ini seorang lelaki grumpy.. suka mengomel dan maunya cepat,” lanjutnya lagi
Rima Cuma senyum saja,”saya berusaha, Tuan Lee”
”panggil aku Kwon yun saja, simple,” balasnya
Lalu kwon yun bicara dengan minho dalam bahasa negaranya kalau kwon yun harusnya bisa juga dapat sekretaris karena dia sebenarnya akan menjadi direktur operasional ditempat yang baru..
Minho akan bilang dulu pada ayahnya karena dia berpikiran juga sama.. yang dibutuhkan direktur, bukan sekedar manager operasional..
“gwaenchanh-ayo .. naega geugeos-e daehae appa yocheonghabnida (oke deh.. nanti aku Tanya ayahku-red),” balas Minho pada Kwon yun
”nice,” balas kwon yun
Dan tak berapa lama.. beberapa orang datang dan menyalami mereka.. mereka adalah orang orang yang berencana akan bekerjasama dengan Minho dan juga yang ingin menyewakan pabriknya pada Minho..
Meeting pun dimulai.. Minho bilang kalau Kwon yun harus menjadi penterjemahnya selain Rima kalau dia kebingungan..
”would we like to speak in bahasa or english??,” tawar Rima kepada seluruh yang meeting
“English is nice, Ms Rima,”kata Juanda, pemilik pabrik yang akan disewa..,”all right, everyone??,”
Minho and kwon yun mengangguk.. disana juga ada salahseorang manager operasional pabrik yang sekarang, Raffi..
“okay.. let’s start.. good morning everyone, I am here as the representative of Lee corps would like to explain to you about our next expansion in desa Jambu, Karawang…. I will explain to you from teh background of it and later until the last.. so.. this is.. the background ..,” kata Rima
Dia berdiri terus menjelaskan materi presentasinya dalam bahasa inggris.. Kwon yun terperangah melihat cara Rima yang bisa menjelaskan secara detail apa yang dimaui Minho untuk membuka pabrik baru, termasuk nanti deal dengan pemilik pabrik soal sewa per 3 tahun pertama, lalu masalah keamanan dan juga kesepakatan kerugian jika nanti ada hal yang tidak diinginkan..
“jeo dangsin-ui biseoeul julhaneun geos-eunjuseyo…geunyeoneun yeonglihada .. naega joh-a (sekretarismu pintar.. kasih aku aja deh, suka nih),” kwon yun berbisik pada Minho
“gat-eunilago! (brengsek)”, kata Minho santai, membalas bisikan kwon yun
”nah.. now let’s start the discussion.. if you all in here wants to share something with this proposal.. let’s discuss.. thanks for your all attention,” kata Rima.. dia menyudahi materi presentasinya
Saatnya kemudian Juanda, sang pemilik pabrik mempresentasikan apa keistimewaan letak pabrik dan semua fasilitas yang dia janjikan kepada pihak Minho.. semua memperhatikan juga termasuk foto foto kondisi pabrik..
Setelah juanda selesai.. maka sesi pertanyaan pun dimulai..
“please.. ask us,” kata Minho kepada calon yang akan dia sewa tanahnya dan juga semua propertinya
Raffi dan Mona, bagian operasional dan keuangan saling berbisik,”wah.. baru nih..kemarin kita belum kenalan sama dia ya?”
Juanda, pemilik akhirnya bertanya juga pada Rima soal masalah penjaminan keamanan..apakah mau ditanggung bersama atau itu diluar tanggung jawab nya..
Minho langsung mengambil inisiatif,”what will be the best? Security is very important to us..”
“we will use the CSR, Mr Lee,” kata Rima,”sorry if I interrupt”
“CSR.. uhmm.. sounds good but I need to know 1st about their morale and mental aiititude for working.. in fact, I hate lazy and corrupt persons.. whether in money or time.. work ethics,”
“just send your secretary there.. perhaps today,” said kwon yun
“kita bisa menggunakan sarana CSR, pak Juanda.. jika ada misalnya anak anak lulusan SMK yang masih menganggur atau yang sudah pernah bekerja tapi menganggur dan sigap, akan kita prioritaskan dibandingkan pelamar atau pekerja dari daerah lain.. mudah mudahan ini bisa membantu,” jawab Rima
Kwon yun berbicara dalam bahasa korea pada Minho.. mengartikan apa yang Rima katakan kepada Juanda
”dodaeche! dangsin-ui biseoga naleul michige mandeunda! (gila deh..aku terpesona sama pintarnya sekretarismu),” kata kwon yun berbisik lagi
“ibdagchyeo! geunyeo nae kkeoya .. (diam kamu..dia milikku), “ balas Minho ketus pada sepupunya sendiri..
”tapi..saya minta maaf kepada pak Juanda.. ketika kami akan memperkerjakan mereka.. berarti akan ada tanggung jawab pak Juanda dan sekitar untuk menyaring kembali orang orang yang sangat berpotensial menjadi pekerja di perusahaan ini”, kata Rima sambil senyum,”dan inilah konsep CSR, melibatkan banyak orang untuk masalah bersama”

”kami rasa.. kami setuju juga.. lagipula.. pengangguran yang tinggi bisa bikin cemburu sosial, bu Rima,” senyum Juanda
”so.. we would like you to help us, Mr Juanda,” balas Minho menunduk hormat masih sambil duduk
“okay, Mr Lee..dont worry.. anyway, I am such in a great luck to cooperate with your big company.. so that I can develop my nearby people..” balas Juanda
Hampir sekitar 2 jam mereka saling berdiskusi bagaimana kesiapan pabrik yang akan dibangun dan lokasi nya.. yang rencananya, bulan depan..semua sudah harus dipersiapkan dan kontrak akan berjalan minggu ini.. dan hasil kesepakatan di dapat bahwa mereka akan menyewa dalam 3 tahun pertama, perbaikan akses jalan dari pihak Juanda dan juga kerjasama keamanan..
”untuk di daerah kami..ada orang yang dihormati soal masalah keamanan, bu Rima.. bu Rima bisa berbicara dengannya, saya akan hubungi beliau,” kata juanda..
Mereka mencapai kesepakatan meeting yang sangat memuaskan.. Juanda dan 2 temannya pun pamit..
Minho mengantarkan Juanda sampai pada lantai bawah..sampai Juanda dan teman temannya keluar dari kantor pusat..
Raffi dan Mona keluar ruangan.. sementara tinggal ada Minho yang naik kembali ke ruang meeting, Kwon yun dan Rima..
”nice shot, Ms Rima!,” kata kwon yun.. memuji dia..
Rima senyum pada sepupu Minho ini,”sama sama, Tuan Lee”
Minho diam saja, lalu bilang pada kwon yun,” tteol-eojyeo naui biseoleul chwihalhalyeogohaji anhseubnida (awas kamu ambil sekretarisku),” dia mengancam kwon yun.. sepupunya sendiri..
Kwon yun tertawa..
Rima diam saja karena memang dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, padahal tentang dirinya.. dia lalu menelepon Irfan untuk meminta tolong membereskan ruangan..
”miss.. coba kamu belajar berbahasa korea,” kata kwon yun.. Minho langsung menatap mata kwon yun.. dia seperti berhati hati takut Rima diambil sepupunya sendiri..
”saya memang belum pernah berpengalaman dalam perusahaan korea, tuan Lee.. tetapi kalau memang dibutuhkan, saya akan berusaha belajar,” jawab Rima berdiplomasi
”wah.. bahasa yang susah.. malas sekali aye belajarnye,” katanya dalam hati
”makan siang diluar,” balas Minho tiba tiba
”Miss Rima.. mari kita makan siang bersama,” kata kwon yun
”saya..membawa makanan, tuan Lee,” balas Rima pada kwon yun
Mereka berjalan ke lantai 10 dengan lift..
”lunch with us,” Minho keluar dari lift dengan cuek meninggalkan mereka berdua yang masih baru mau keluar.. sementara staff staff yang melihat Minho jalan langsung menghormat boss mereka..

Lalu dengan santai dia masuk ruangannya.. disusul kwon yun..
Sedang Rima masuk ke ruangannya sendiri..
”bisa dapat sekretaris dimana pintar begitu, hai Minho?,” kata kwon yun
”tidak tahu..itu urusan HRD,” balas Minho cuek
”boleh dong..aku juga dicarikan yang sejenis.. lewat HRD mu,” kata kwon yun lagi.. dia duduk di atas meja tepat Minho biasa bekerja..
”kan kamu belum saya calonkan jadi direktur..ini sudah minta sekretaris.. payah,” gerutu Minho..
”haah..daridulu sikapmu gak berubah juga..,” balas kwon yun
”jam 12.. ayo makan,” kata Minho berdiri lagi.. dia menelepon Rima lagi via voip,”lunch with us”

Lalu mereka makan siang bersama..
Kwon yun berbasa basi pada Rima di jam makan siang..
”kamu...mendapatkan lowongan ini dari mana, miss?,” tanya nya dalam bahasa indonesia..
”saya..dari koran, tuan Lee..katanya sangat membutuhkan..jadi saya melamar,” balas Rima
”speak english,” kata Minho cuek.. sambil minum bir ringan..
“okay.. Mr Lee.. we will speak english..you are living in Indonesia so you should learn bahasa,” kata kwon yun
“I’ve been here since 3 months ago..so.. I am a newbie,” balas Minho enteng dan cuek..
“it’s easy.. I just learn it for 1 month,” kata kwon yun
Minho ngeles,”I am not expert in learning any language than english”
“as you wish,” balas kwon yun..
Rima diam saja kalau mereka sedang seperti saling bertentangan..
”later after this lunch.. we will make an additional contract.. I will explain to you about the lastest data and if you can contribute your thought about it.. very welcome,” kata Minho pada Rima,”the legal will take care of it”
“okay, Mr Lee.. i’ll read it,” balas Rima..

Makan siang selesai, kwon yun undur diri.. karena dia masih ada urusan yang lain..
”good job for today, Miss Rima.. I like it..,” katanya mengacungkan jempolnya untuk Rima..
”cowok yang satu ini beda banget sama boss gue.. aneh juga..dia malah ramah sekali..padahal sepupu,” katanya dalam hati, lalu dia membalas perkataan Kwon yun dengan senyum
”thanks very much, Mr Lee,” katanya pada kwon yun..
Ketika di kantor, Rima kembali sibuk dengan urusan surat surat dan berkas berkas yang harus boss nya tanda tangani.. dia bolak balik antar ruangnnya-ruangan Minho..sementara jika Minho dilihatnya sedang asik bicara dengan orang orang ditelepon.. dia tidak masuk ruangannya..
”come here,” kata Minho di telepon kantor..
Rima masuk dan duduk..
”you dont understand for what i just talked about with my cousin, right?,” Minho tiba tiba bertanya seperti itu di depannya
“which case, Mr??,” Rima Tanya balik
“about my speaking to him..it’s actually about you,” balas Minho
“about me?? I dont understand korean at all, Mr Lee,” said Rima seriously
“if you will be offered by him in my new manufacture, refuse it,” kata Minho
“I am your secretary, Mr Lee.. according to my contract,” balas Rima
Minho akhirnya senyum juga,”good..”
”anyway.. what files should i sign up again??”,katanya lagi
“here are, Mr,” kata Rima..dia menyerahkan file yang harus ditanda tangani..
“I like your performance..,” kata Minho pada Rima, walau dia masih menandatangani beberapa berkas..
”thank you, Mr.. I try my best,” balas Rima..
“I’ll give you some bonuses for your work today,” kata Minho , dia selesai menandatangani semuanya
Rima menunduk hormat padanya masih sambil duduk,”thank you, Mr Lee”

Hari sampai sore dilewatinya dengan bekerja..sampai ketika pulang kembali ke rumah..seperti biasa.. dia duduk di ruang tamu dan babehnya asik lagi baca Koran sore di bangsal (seperti kursi yang bentuknya lebih mirip tempat tidur)..
“beh.. ini aye tadi diberi amplop sama Tuan Lee,” katanya, dia memberikan amplop yang sama sekali belum dibuka,”duit kayaknya, beh,” katanya..dia menerawang amplop itu di dekat lampu
“lu buka ja kendiri,” jawab beh Hamid
Rima lalu membuka, dan benar saja. Uang.. tapi dalam bentuk won..
”wah..aye gak ngerti gimana belanja pake ini, beh.. banyak amat,” kata Rima.. beh hamid baru melihat
”lu dikasih duit apaan tu? Duit monopoli?,” beh hamid bengong
”bukan, beh.. ini namanya Won.. mata uang korea sono beh,” balas Rima..dia duduk disamping ayahnya
“nilainya berapaan ntu?,” Tanya beh hamid, meletakkan korannya
”sejutaan beh,” balas Rima
”emang lu kerja apaan bisa dikasih duit segitu sama die?,” tanya ibunya
”kemarin kan aye makan malam sekalian bantuin die nge gol in rencananya nyak.. ya..alhamdulillah,” balas Rima menatap ibunya
”boss lu baek juge..,” jawab salma, ibunya
”apenye nyang baek?? Die songong begitu,” kata beh Hamid
”yah.. namanya juga boss, beh.. udah deh.. jangan diambil ati.. lagian..dia biasa aja tuh ari ni ke aye, beh,” balas Rima
”iye juga.. dia kagak nyuruh lu lembur,” balas hamid
”trus..ntar tu uang mau lu apain??tukerin?,” lanjutnya lagi
”iye, beh.. lumayan buat ditabung.. atau..aye tabung aje langsung besok ke bank,” balas Rima
”lu emang anak gw yang pinter diantara yang laen,” senyum beh Hamid..
”yee..babeh.. jangan suka banding bandingin anak,” kata salma, isterinya
”ya kagak.. gue kan Cuma bilang apa adanye..,” balas beh Hamid..

Tiba tiba.. suara telepon berbunyi..dari hp Rima..
Dia mengangkat,” oh.. Mr Lee.. ya, good night”
”i forgot..that tomorrow morning we must go to our partner’s carroseries company..dont forget to come so early,” kata Minho
“yes.. I already noted it, Mr Lee..,” jawab Rima
Beh hamid bisik bisik,”pinter kan anak lu..ngomong aja pake bahasa inggeris,” katanya pada isterinya
”iye..gak percuma kite skolahin dia tinggi tinggi,” balas salma..
Tapi justru beh hamid malah norak..dia berdiri di samping Rima dan teriak,”woi Mister..makasih ya.. duit lemburannye.. sering sering aja anak gue dikasih”
Rima langsung menjauhkan teleponnya dari ayahnya...
”who is interrupting my call?,” Tanya Minho pada Rima
“I am so sorry, Mr..that’s my daddy,” jawab Rima
“the one with fat belly .. yesterday night was with you in front of your house?,” Minho sebenarnya tidak mengejek..tapi terkesan mengejek beh hamid yang gemuk
“yes, Mr Lee,” balas Rima gak enak hati
“what’s he just talked about??,” Tanya Minho lagi
“he just said thanks to you that gave me the overwork money, Mr,” balas Rima
“oh, okay.. then.. dont forget.. come to office at 7 am like this morning,”kata Minho
“okay, Mr .. i will,” jawab Rima... lalu Minho menutup teleponnya..

“babeh norak deh.. tadi akhirnye die tanye.. ntu sape yang teriak?? Ya aye jawab aje.. ntu babeh.. untung die kagak marah sama aye,” kata Rima
Beh hamid malah ketawa,”udah deeh.. lu lembur lagi juga ga ape ape.. dah gitu..dianter pake mobil bagus lagi.. udah kayak bini boss aje lu,” katanya becanda pada anaknya sendiri
”ih, beh... ngomong jangan sembarangan gitu,” kata salma, isterinya.. nyediain teh buat suaminya
”ah kagak.. pan gue Cuma bilang pengibaratan doang... lu sensi amat,” balas beh hamid.. dia minum teh nya..
”besok aye dah mesti berangkat pagi lagi, beh.. ada penandatanganan kontrak..,” kata Rima
”romannye lu kerja sama die ntu sibuk bener dah.. gak kayak kemaren kemaren lu kerja di tempat yang lame,” kata salma
Rima duduk di kursi,”iye, nyak.. namanya juga kerja nyak.. soalnye..dia mau buka pabrik baru, nyak.. tadi pan aye ada pertemuan sama yang punya pabriknye..dia mau sewa gitu”
”gue ngebayangin itu boss lu duitnye banyak amat ye.. tajir,” kata beh hamid sambil kipas kipas.. kegerahan..
”namanye juga boss, beh.. bukan kayak kite kite ni,” kata salma
”lu tadi dimarah marain kagak sama die?,” tanya beh hamid pada anaknya
”kagak beh.. alhamdulillah..,” balas Rima
”lu anak pinter sih ye.. jadi boss lu sayang ,” kata beh hamid lagi

”aku bener bener gak suka sama si Rima itu..sekretaris barunya Mr Lee,” kata seorang cewek yang bernama Tina..sambil makan pecel lele sama Raffi di pinggiran jalan..
”pinter banget itu cewek loh, ” kata raffi,”tadi dia presentasi..anjir deh.. bagus banget..gw aja suka”
”lu gimana sih, Raf? Kan lu janji yang bakalan masukin gw tadinya buat gantiin posisi si susi? Kok HRD malah cari orang baru,” kata Tina ketus
”mana gw tempe.. kalau kek begitu emang urusannya HRD, gw kagak bisa apa apa, sayang,” kata raffi
”kayaknya enak tuh cewek dibikin rusuh.. biar pinter, kayaknya masih polos deh.. kalo gw liatnye,” balas Tina
”itu gegara lu liat jilbabnya kaleee?,” ujar Raffi,”si Mr Lee juga keknya kagak masalah banget sama tu jilbab yang panjang gitu”
”lu bisa gak..ngusahain gw jadi sekretaris si Mr Lee??,” tanya Tina.. dia minum es teh manis..
”gw basa basi lagi deh sama HRD.. itu sepupu boss kita kayaknya mau jadi direktur baru tuh.. lumayan..”, kata Raffi
”wah.. kagak seru kalau begitu sih.. bukan kantor pusat,” keluh Tina
”kalau lu mau posisi kantor pusat.. ya lu kudu nekat dong,” kata raffi
”ngapain ya?? Gw ada rencana sih.. begini ya..,” kata Tina lalu dia menjelaskan semua rencananya untuk mendepak Rima, walau masih baru..
”ah..gileee.. rencana lu.. kayak di sinetron sinetron gitu,hahaha,”Raffi malah tertawa
”kenapa?? Gw pikir wajar kok.. liat aja nanti,” kata Tina
”yah.. terserah lu deh.. gw ikutan aja ngejalanin,” balas raffi..

Bersambung ke part 3...