Cerita ini hanya imajinasi saja…jangan dimasukkan ke hati…
Jepang akhirnya mulai turut campur dalam
dunia pendidikan. Mereka dengan kementrian pendidikannya bagi daerah yang
dijajah lalu berusaha memasukkan budaya mereka melalui pelajaran, bahkan
melalui perbahan nama. Beberapa nama keluarga Jepang dimasukkan ke dalam Korea.
Pelajaran bahasa wajib dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan wilayah yang
dijajah. Ada beberapa aturan yang sudah mereka ubah. Hal ini membuat banyak
pengajar sebenarnya gusar, apakah namun posisi mereka lemah sebagai bangsa yang
dijajah
”Semakin hari memang semakin gawat,” keluh
Minho.
Dia berani berkata seperti itu karena dia
sudah terlanjur banyak membaca sejarah penjajahan itu.
”Dan... kamu akan membawa Sungmi ke
duniamu??,” tanya McWright.
Minho mengangguk. Itu memang sudah menjadi
tekad bulatnya.
”Aku bisa mengerti, kenapa kamu khawatir
dengan semua ini. Tidak ada seorang manusia pun yang ingin di jajah,” ujar
McWright.
”Mereka begitu kejam menjajah, seperti
tidak ada yang tersisa. Aku khawatir Sungmi akan dijadikan wanita penghibur.
Selama ini, permasalahan politik di 2013 juga seperti itu, Bapa,” balas Minho.
McWright jadi berfikir. Jika memang Sungmi
bisa masuk ke dunia jaman Minho, dia akan relakan anak angkatnya itu pergi,
daripada menderita.
Minho menceritakan kembali kehidupan 2013
yang menurutnya akan sangat aman bagi perempuan itu. Sementara, McWright juga
tidak mungkin membawa anak angkatnya itu ke dunia nya, dimana peperangan masih
sangat terjadi dan posisi perempuan masih rendah. Di jamannya, dunia eropa masih
masuk dalam abad kegelapan. Bisa saja itu membahayakan anak angkatnya tersebut.
Entah mungkin akan diperlakukan rendah, atau bahkan dihukum mati karena
dianggap mempunyai ilmu sihir jika ketahuan bisa melewati ruang dan waktu.
”Aku tidak ingin melihat ini semua sebenarnya,
Bapa.. entah mengapa, aku
tidak habis pikir.. mengapa aku bisa memasuki jaman ini,” kata Minho.
Semuanya memang terkesan tidak sengaja.
Dia yang awalnya hanya memandang air mancur dan mencoba meraba udara
disekitarnya, mendadak bisa terlempar ke waktu 1910-1911. Hal yang sama sekali tidak dia pikirkan: masuk ke
jaman penjajahan!
Minho sudah mengganti namanya. Wajahnya
yang sedikit beda pola hidungnya dan juga belum banyak orang korea yang
setinggi dirinya, menjadikan McWright membuat keterangan palsu, bahwa Minho,
adalah percampuran antara bangsa Korea dengan bangsa yang sama dengannya,
scotlandia. Kependudukan yang saat itu sudah mulai dikuasai Jepang, mereka percaya
saja akan hal itu. Dan Minho pun memakai nama McWright sebagai nama keluarga.
”Semua sudah menjadi bubur. Kita memang
manusia yang tidak biasa... namun hidup di kehidupan yang memaksa kita untuk
berbuat sesuatu,” kata McWright.
Minho bertanya, apa lelaki itu pernah
menyesali apa yang telah dialaminya. Dia hanya mengingat saja isi diary yang
ditulisnya.
”Apapun yang dikehendaki Tuhan kepadamu..
itulah yang terbaik,” jawaban diplomatis lelaki itu kepada Minho, sambil
tersenyum.
Di jaman itu, yang menjadi kekhawatiran
adalah masalah jiwa. Jiwa yang terkekang, harus menuruti langkah Jepang sebagai
penjajah.
Minho memang baru saja menulis kecil
tentang pentingnya pendidikan asimilasi, percampuran budaya yang bisa saja
menciptakan banyak sisi positif dalam perkembangan dunia pendidikan dan sosial.
Tulisannya belum dianggap membahayakan bagi penjajah. Malah, ketika tulisan itu
dicetak dan disebarkan, mendapat respon yang baik. Bagaimana jepang merasa
kesulitan dengan kerasnya beberapa orang terpelajar korea yang menolak adanya
percampuran budaya, dengan dalih bahwa Jepang adalah bangsa penjajah. Beberapa
mahasiswa yang menentang keras, tidak memakai strategi, satu persatu sudah
mulai ditangkap. Jika Minho salah sedikit saja menulis, dia juga bisa mengalami
nasib serupa mereka.
”Aku hanya bisa menulis, menunggu waktu
sampai aku bisa kembali.. tiga minggu lagi..,” katanya pada McWright.
Mereka mempunyai dua sisi berbeda.
McWright bisa kembali kapan saja dia mau, namun dia tidak bisa masuk ke jaman 2013.
Sedang Minho hanya bisa masuk ke jaman 1911 dan menunggu waktu yang tepat,
kapan bisa kembali.
Selama tiga minggu ini, dia akan berusaha
berjuang dengan mahasiswa lain yang juga berkeyakinan yang sama dengannya,
untuk bisa mendobrak sisi pemikiran sebagai negara terjajah.
”Kalau Sungmi tidak bisa mengikuti mu...
apa yang akan kamu lakukan.. apa tetap akan disini.. walau kamu bisa kembali ke
2013, tiga minggu lagi??,” tanya McWright, serius.
Minho sempat diam sejenak. Apakah semua
yang dia pikirkan akan menjadi kenyataan?? Akankah dia bisa membawa perempuan
itu?? Atau.. jika memang tidak bisa.. apakah dia akan meninggalkan perempuan
itu begitu saja?? Sementara.. dia tidak yakin apa bisa bertahan dalam jaman
penjajahan.
”Jika Sungmi tidak dapat mengikuti ku...
aku meminta Bapa melindunginya.. ”, jawab Minho.
Dia menunduk hormat dengan sangat kepada
lelaki itu.
”Tentunya aku sudah bisa menebak itu...
aku membayangkan dia bisa bahagia di jamanmu, jika memang hal itu bisa
terjadi,” balas McWright.
”Bayanganku tentang kejamnya penjajahan
ini, dari apa yang aku terima, membuatku takut.. kalau dia akan disakiti,” kata Minho.
McWright mengerti. Sungmi sendiri memiliki
ketakutan yang sama. McWright menulis surat kepada pemerintahan Inggris, bahwa
dirinya merasa khawatir dengan penjajahan ini. Dia dan seluruh orang yang berada di bawah perlindungannya hanya ingin
mendapatkan keselamatan dari pihak Inggris. Namun, jawaban itu tidak pasti.
Inggris akan berusaha menyurati Jepang, agar bisa melindungi orang-orang yang
berada di bawah administrasi mereka, apalagi jika mereka hanyalah sekelompok
pemuka agama.
”Namun.. apa kami yang bangsa Korea juga
bisa mendapatkan perlindungan itu?? Sebab, konsulat Inggris kemungkinan hanya
akan melindungi orang Inggris saja, Bapa,” kata seorang guru di saat mereka
sedang rapat kondisi perkembangan pendidikan.
Santer terdengar, bahkan Jepang sudah
mulai menggunakan mata-mata dari orang Korea sendiri untuk mendapatkan banyak
info, dan bisa saja menangkap mereka, jika ada satu diantara mereka sekarang.
Sudah tidak asing lagi bagi mereka,
membaca koran, atau beredar pengumuman, siapa orang Korea yang dipenjara dan
dihukum karena membangkang pemerintahan aneksasi ini.
Hanya melindungi orang Inggris saja,
itulah yang dikhawatirkan Minho. Sebab, Sungmi bukan orang dan
berkewarganegaraan Inggris... begitu juga dengan dirinya.
”Rasanya.. aku mulai khawatir, Jepang akan
lebih membuat kita menderita.. atau bahkan membunuh kita semua,” keluh seorang
guru.
Guru-guru yang lain mengangguk. Bagaimana tidak menderita?? Selain
pendidikan, kehidupan mereka misalnya pertanian, pertanahan, sudah mulai
dikendalikan mereka. Hasil bumi diawasi, begitu juga soal pembagian lahan
perumahan dan kepemilikannya. Bahkan Jepang sudah mulai tidak ragu lagi, untuk
membagi lahan seorang tuan tanah Korea kepada orang Jepang sendiri yang datang.
Hal ini sudah membuat beberapa orang marah, namun juga tidak bisa membuat
banyak.
”Apa.. mereka akan menghabisi bangsa
ini??,” kata Guru Nam, dengan wajahnya yang cemas, ketakutan.
Mereka benar-benar merasakan, bahwa bangsa
Korea sudah tidak bisa lagi membela dirinya.
--------------------------------------
Di tahun 2013...
Shinshi hanya duduk di dalam kamarnya. Dia
merenungi lagi apa kata teman cowoknya itu tadi pagi di universitas. Lalu, dia
juga berpikir, apakah dia akan memberitahukan rahasia Minho kepada keluarga
Minho.
Sedari tadi, dia hanya mengetuk-ketuk
pulpen ke ujung meja, sampai ujung pulpen itu pecah.
”Ah.. nyebelin,” gerutunya dalam hati.
Lalu dia mengambil handphone dan ternyata
menghubungi kakaknya Minho, meminta untuk bertemu.
Malam itu, mereka pun bertemu di sebuah
cafe yang tenang.
”Jadi.. Minho tetap di Seoul.. tapi..
pindah waktu???,” mata SoHee terbelalak.
Masak iya ada manusia berpindah waktu dan
itu dialami oleh adiknya sendiri?? Setahu dia, itu hanya ada di film-film. Dia
bertanya berkali-kali kepada Shinshi, apakah mungkin Minho berbohong dan hanya
ingin membuat mereka tertawa saja.
”Harap Eonni tidak menceritakan ini kepada
siapapun.. Oppa Minho.. mungkin
baru akan pulang tiga minggu lagi,” balas Shinshi.
”Kenapa kamu tidak bilang pada kami dari
kemarin, Shinshi?? Kami jadi bisa mencegah dia,” sesal SoHee.
Shinshi menggaruk kepalanya. Dia sendiri
bingung, kenapa bisa seperti itu. Baginya, mustahil juga ada orang berpindah
tempat dan waktu.
”Aku juga percaya enggak percaya, Eonni..
tapi kenyataannya sekarang Oppa Minho menghilang.. apa.. dia tinggalkan
handphonenya??,”
So Hee mengangguk. Memang, dikamar, Minho
hanya meninggalkan smartphone nya begitu saja. Tentu saja kalau di jaman ini,
smartphone menjadi penghubung nomor satu, tetapi malah ditinggalkannya.
So Hee bertanya, di tahun berapa Minho
pindah, dan apa motivasinya.
“Katanya sih.. ke tahun 1910.. 1911.. ya
begitu deh... aku sendiri bingung... dia sepertinya sedang kenal seseorang di
jaman itu,”
”Perempuan??,”
tanya So Hee.
Shinshi
mengangguk,” Nama keluarganya seperti namaku: Park.. dan aku merasa mengenal nama itu… Park Sungmi… ”.
So Hee jadi berpikir, mungkin mereka harus
mencari nama Park Sungmi itu? Perempuan itu, jika masih hidup, mungkin saja sudah tua sekarang.
”Bahkan mungkin sudah tidak ada. Perhitungan umurnya saja, ku perkirakan
mencapai 120 tahun,” kata Shinshi lagi.
”Apa kita harus mencari perempuan itu di
kota ini juga??,” tanya So Hee.
Shinshi hanya menggeleng. Ada banyak nama
keluarga Park dan juga mungkin Sungmi.
Shinshi berkata kepada SoHee kalau
sebaiknya hal ini tidak dibicarakan dulu dengan kedua orangtua mereka. Dipendam saja dulu, sampai Minho akan
benar-benar kembali di 2013, tiga minggu lagi.
”Tapi.. bagaimanapun juga, Shinshi.. saat
itu, Jepang sudah mulai keras menjajah Korea.. apa Minho bisa kembali?? Aku
jadi khawatir.. kita sebaiknya mencari nama Park Sungmi itu di kependudukan.. mungkin memang ada.. kalau dia sudah dewasa
di tahun 1910-1911, mungkin dia sudah berusia 100 tahun lebih... dan tidak
mungkin dia masih hidup,” ujar So Hee.
Shinshi menyeruput minuman dinginnya. Dia
ikut berpikir.
”Ada di keluargaku bernama Sungmi juga,
Eonni.. tapi dia meninggal di tahun 1911,”
So Hee mengenyitkan dahinya, lalu dia
hanya berkata, kalau dia akan menyimpan rahasia ini, tidak ingin membuat kedua
orangtuanya semakin khawatir dan merasa tidak masuk akal dengan apa yang
dialami adiknya itu.
”Jadi.. kita hanya bisa menunggu tiga minggu
lagi, Eonni.. ditempat yang sama.. di air mancur universitas”, kata Shinshi.
So Hee akan mencari tahu, bangunan apa
dahulunya air mancur itu.
------------------------------------
1911...
Minho menulis tentang perkembangan
pendidikan beberapa negara eropa yang dianggapnya bisa menjadi perintis
perkembangan pendidikan Korea. Dia melihat, kala itu sepertinya jepang
cenderung pemerintahannya condong seperti jerman, sehingga dia mencoba
mengingat kembali dalam sejarah, apa-apa yang akan dialami jerman ditahun-tahun
itu yang masih menjadi sebuah kerajaan besar dan cukup berpengaruh di Eropa
karena kemajuan teknologi barunya.
Minho berpikir, bahwa pemerintahan Jepang
saat itu sangat gila teknologi untuk kepentingan kejayaan negara dan wilayah
jajahannya, termasuk Korea, yang ingin mereka ”perbaiki”. Tulisannya sudah tiga
minggu dianggap tidak membahayakan Jepang. McWright sempat memberikan kritik
kepadanya, seolah Minho memihak kepada penjajah.
”Aku masih belum berpikir panjang untuk
membangkang pada mereka, Bapa... rasanya masih belum tepat,” jawabnya,
diplomatis.
Sementara, kejadian pengambilan sistem
pertanahan dan juga ”perbaikan” administrasi pertanahan mengambil dua sisi: pro
dan kontra. Walau banyak tuan tanah yang tidak setuju dengan sistem baru, namun
ada juga yang setuju dan mendukung.
”Tapi.. tidak dengan pendidikan, Minho.. kami sudah mulai tergencet,” kata guru
Nam.
Sistem sudah mendesak mereka, kemerdekaan
berpikir sudah terkekang. Begitu juga dengan kemerdekaan fisik.
Lagi, Minho termenung di dalam kamarnya...
akankah dia bisa membawa pergi Sungmi ke jamannya, dimana korea selatan
terkesan damai?
”Sudah ada banyak perempuan dikirim ke
China... ,” pikirnya.
Jelas saja, dia tidak ingin Sungmi menjadi
sasaran penjajah itu.
Dia kembali lagi keluar ruangan dan meraba
udara sekeliling air mancur.
” Getarannya sudah terasa lebih kencang
lagi.. seperti pusaran
udara,” katanya dalam hati.
Dia mencoba menggerakkan telapak
tangannya, mungkin saja, dia sudah bisa masuk ke alam 2013. Namun ternyata,
belum bisa juga.
Lalu dia pun duduk di lingkaran semen air
mancur itu. Mendadak dia ingat kedua orangtuanya dan juga Shinshi.
” Apa Shinshi bercerita tentang aku?? Tadi
malam bermimpi, rasanya dia cerita semuanya pada kakakku,” katanya lagi, dalam
hati.
Suasana malam semakin gelap dan dingin,
namun Minho tetap berada diluar, menggunakan baju dinginnya, memeluk kedua
tangannya sendiri.
”Ini memang cinta... rasanya aku sudah
gila kalau ingin membawa Sungmi ke dunia ku,”
”Tapi.. kasihan dia kalau sampai dijadikan
wanita penghibur.. mereka itu jahat.”
Sampai saat 2013 pun, perseteruan antara
Jepang dan Korea selatan soal wanita penghibur masih berlanjut. Dia melihat
sendiri, bagaimana perasaan kalutnya ketika Sungmi dilihat beberapa tentara
jepang yang lewat, beberapa waktu lalu. Sekali lagi dia berpikir.. dia tidak
ingin semua hal buruk di jaman ini terjadi pada perempuan itu.
Dia lalu memandang langit sebentar.. dan
beranjak ke sebuah ruangan... ternyata, ke ruangan tempat Sungmi tinggal.
”Aku tidak tahu, bagaimana nanti
terjadi... kalau memang kamu tidak bisa masuk ke jamanku,” kata Minho kepada
Sungmi.
Mereka duduk berhadapan di depan ruangan
perempuan itu.
” Kadang aku berpikir.. kenapa hidupku
menderita sejak kecil, Minho... kedua orangtuaku tidak mengurusku.. hanya Bapa
yang memperhatikanku,” balas Sungmi.
Wajahnya memang sayu, tampaknya dia memang
banyak terbeban masalah sejak kecil.
Korea selepas jaman keruntuhan Joseon dan
peralihan ke aneksasi Jepang memang tidak mengenakkan. Korupsi menjalar,
memudahkan Jepang masuk menjajah negara itu. Dan sekarang... penderitaan
dimulai.
Hasil bumi sudah mulai dikuasai pula.
Panen dipaksa ditingkatkan demi kebutuhan perang dan pemuasan pangan negara
penjajah.
Jawaban dari konsulat Inggris terhadap
surat McWright masih sedikit melegakan, bahwa mereka akan berusaha melindungi
orang-orang yang bekerja di bawah pimpinan lelaki itu.
”Semoga Bapa bisa melindungi kita.. aku
mulai khawatir.. enggak pernah terbayang olehku meloncat ke jaman seperti ini,”
kata Minho.
”Rasanya..aku memang sudah mulai takut,
Minho.. ,” ujar Sungmi.
Wajahnya menunjukkan ekspresi khawatir.
Bagaimana tidak.. memang sudah banyak perempuan korea dipaksa menjadi wanita
penghibur. Jika tidak mau, keluarga mereka juga bisa dikirim menjadi tentara,
demi perluasan kekuasaan penjajahan jepang ke wilayah lain di asia... atau
bekerja paksa untuk mereka.
”Mereka mimpi buruk buat kita.. walau akan
kalah.. banyak mimpi buruk
yang ku baca dalam sejarah,” kata Minho.
Setiap malam, dia yang awalnya merasa
tidak agamis, menjadi selalu berdoa agar ketakutannya tentang pengiriman para
perempuan korea menjadi wanita penghibur paksa tidak terjadi sebelum dia
berhasil membawa Sungmi ke dunianya.
Malam itu, dia berpikir keras.. apakah dia
akan menulis hal ekstrim mengenai posisi perempuan dalam dunia
penjajahan...ataukah dia akan mengundurkan itu?? Sebab bisa saja tulisannya itu menjadi senjata
untuk gereja ini.
”kalau aku tidak bisa berpikir jernih.. semua
bisa celaka.”
Minho membuka jendela kamarnya, memandang
langit.
”Sedang apa Appa dan Eomma di 2013 sana??
”.
”Shinshi.. apa kamu cerita ke mereka soal
kemana aku??”.
-------------------------------
Shinshi membuka kembali buku catatan Korea
sebelum kemerdekaan yang berasal dari ibu neneknya.
”Hebat sekali lelaki yang namanya sama
dengan Oppa ini.. hanya, dia tidak terlalu terkenal,”
”McWright mempunyai keponakan, yang dia
seorang mahasiswa, namun menulis setiap hari tentang perlunya pendidikan tinggi
bagi rakyat korea, agar mereka tidak buta pendidikan dan teknologi. Aku menganggap
ini adalah sebuah pertentangan yang tidak ingin jepang tahu. Aku suka dengan
pikiran Oppa ini...walau dia sepertinya tidak murni orang korea, karena
rambutnya yang berwarna cokelat dan tubuhnya tinggi sekali... saat kami bersama
bicara di depan rumah ibadah, rasanya dia hidup dari masa depan... yang kami
tidak tahu, kenapa pandangan pemikiran dan pembicaraannya terkesan bisa
menyemangati pemuda disini...”.
Shinshi termenung dengan diary/catatan
harian mendiang neneknya itu.
”Lantas... kami juga bicara tentang
perasaan kekhawatiran sosial soal wanita penghibur... kami tidak ingin para
wanita korea jadi korban nafsu... kami ketakutan.. begitu pula dia”.
Shinshi bergumam.
”Dan.. aku merasa sangat terkesan ketika
dia bicara di depanku... tapi..sepertinya adikku menyukainya.. dan dia pun suka
adikku..”
Shinshi jadi tersenyum,” ah..sepertinya
mendiang ibunya nenek jatuh cinta dengan lelaki blasteran ini..”.
Dia malah jadi membayangkan bagaimana
kisah cinta mendiang buyutnya itu.
Dia belum membuka lembar berikutnya,
karena kertas itu sudah lusuh. Dia berusaha menutup buku itu dengan baik, agar
lembarnya tidak robek, karena dia sudah merasa mengantuk. Mendiang buyutnya
menulis diary itu dalam keterbatasan waktu, karena ketika Shinshi mendengar
cerita dari nenek dan juga kedua orangtuanya, kalau penjajahan itu sangat
mengerikan, banyak rakyat korea yang dibunuh, lelaki dipaksa untuk bekerja
diluar korea, menjadi tentara atau kerja paksa, banyak yang meninggal dan tidak
tahu kemana rimbanya, mereka hilang tidak kembali lagi. Sedangkan yang
perempuan banyak yang dipaksa menanam hasil pertanian, atau dijadikan budak
seks, bahkan ada yang dibunuh jika kabur dari perbudakan itu. Sungguh dia merasa, kalau dia hidup
dijaman itu, pastinya tidak akan kuat mengalaminya.
”Aku jadi membayangkan.. Minho McWright
itu seperti apa.. kenapa aku membayangkan.. dia itu Oppa Minho banget??,” kata
Shinshi, sambil menopang dagu.
”Ah.. buyutku ternyata jatuh cinta dengan
blasteran Inggeris-Korea.. pasti romantis banget mungkin jaman itu, hehe,”
Dia malah jadi membayangkan hal-hal
romantis percintaan jaman dahulu. Namun, lagi-lagi pikirannya malah jadi
membayangkan Minho.
Ditengah lamunannya itu, dia kembali sadar
dan membuka pelan-pelan lagi buku lusuh itu.
”1911... Juni 1911...”, katanya dengan
takjub..
Bersambung ke part viii...