This is me....

Rabu, Desember 25, 2013

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 12: Kamu dipecat, Rima!)

Meeting antara pihak perusahaan Minho dengan supplier karoseri berlangsung hari ini sekitar jam 9 pagi. Kwon Yun dengan rajinnya datang lebih pagi, jam 7 bersama Minho lalu langsung masuk ke ruangan Rima..
Minho menunjuk nunjuk Kwon Yun dari ruangannya sendiri supaya gak masuk ke ruangan sekretarisnya, tapi dasar memang Kwon Yun orangnya iseng, tetap saja dia tidak menghiraukan Minho..
”ergh, Kwon Yun.. you already have secretary.. don’t disturb her, will ya??,” gerutu Minho dalam hatinya
“Pagi.. annyeong haseyo Miss Rima..,” sapa Kwon Yun ramah sekali.. dia langsung duduk di depan meja kerja Rima
“ah.. pagi, Mr Kwon Yun.. mau meeting kah pagi ini bersama Mr Lee?”, Rima kembali menyapanya baik baik
Kwon Yun senyum manis,”tepat sekali.. eh.. kenapa kemarin kamu tidak ajak ajak saya??”
”ajak Mr Kwon?? Kemana ya??,” Rima bingung
”alah.. kamu suka begitu.. kamu kalau pacaran dengan sepupu saya, sekali kali saya ini diajak juga.. begitu.. jadi bisa pacaran bersama,hehehe,”
”pacaran??,” Rima bingung, ”saya tidak pacaran, Mr Kwon.. mungkin salah orang??” lalu dalam hatinya,”aduh.. jangan jangan Mr Lee cerita yang tadi malam sama dia”
Benar saja,”tadi malam.. kalian pergi bersama lagi kan? Ayo kemana??,” kata Kwon Yun memancing mancing cerita
Minho mengintip dari ruangannya,”ah.. nasty Kwon Yun!”, dia kesal sama sepupunya sendiri, tapi berusaha bersikap dewasa dengan tidak mau melabraknya.. tapi dia galau sendiri di ruangannya..
”oh.. maaf kalau tidak mengajak Mr Kwon.. kemarin malam itu ada acara keluarga saya dan mendadak Mr Lee minta join.. begitu”, balas Rima jujur
”wah... boss kamu itu senang sekali loh.. ketika tadi malam bicara dengan saya.. wajahnya ceria,” Kwon Yun memancing mancing lagi
”oh.. mungkin senang karena ramai dan banyak orang ramah dengan nya,” balas Rima lagi
Kwon Yun mengintip intip pekerjaan Rima,”eh.. kamu sibuk tidak hari ini?? Nanti sore jalan dengan ku dong ya?? Aku mau tahu banyak tentang kamu”
Rima kaget,”aduh.. mulai lagiiii... babeeehhh.. salah ape gue kerja disini yee?? Satu dah manja.. satu lagi genit”, dalam hatinya dia mengeluh..
”maaf, saya tidak bisa, Mr Kwon,” balas Rima ramah
”ah.. pasti ini karena kamu mau jalan lagi dengan Minho ya??Kamu curang..kamu maunya dengan Minho saja.. Kamu suka dengan Minho ya??,” goda Kwon Yun
Rima jadi agak sedikit panic,”enggak kok, Mr Kwon.. enggak...bukan begitu..saya tidak suka dengan Mr Lee..perasaan saya biasa saja..”
”ah..jujur saja dengan saya, Miss,” balas Kwon Yun lagi
”tidak.. sumpah demi Tuhan, Mr Kwon.. saya tidak jalan nanti sore dengan Mr Lee,”
Minho benar benar kesal dengan kelakuan sepupunya yang menggangu sekretarisnya yang sedang bekerja, lalu dia memanggil Rima via telepon..
Rima pun masuk ke ruangan Minho... dia meninggalkan Kwon Yun sendirian di ruangannya..
”ah.. pasti si Minho mengamuk pada sekretarisnya,” kata hati Kwon Yun
“you work here,” kata Minho singkat pada Rima
“but.. my file are all in there,” balas Rima
Kemudian Minho membuka laptopnya.. ternyata bisa berhubungan dengan jaringan akses PC nya Rima, dia lalu menanyakan apa file yang sedang Rima kerjakan..
”do it now.. here… I don’t like you talk much with him,” dia sudah menemukannya, lalu membalikkan laptopnya sehingga bisa digunakan Rima..
“okay, Mr Lee.. I am so sorry,” balas Rima.. lalu dia mengerjakan tugasnya di depan Minho..dengan menggunakan laptopnya Minho..
Minho menunggunya bekerja tepat di hadapannya.. sementara akhirnya Kwon Yun cengengesan masuk ke ruangan Minho
”don’t disturb her.. she must do our report presentation for next meeting,” ujar Minho judes
“wah.. protektif nya mulai, Lee Minho..,” balas kwon yun dalam hatinya
“No.. I just had a bit chit chat with her..”, kwon yun ngeles
Ani (tidak-red), you disturbed her a lot,” balas Minho agak sengit
Kwon Yun malah cengengesan,”geunyeowa hamkke aein-i issjyo? (kamu jatuh cinta sama dia ya?-red)”
Ani,” balas Minho ngeles
“yooo.. Lee Minho..geugeos-eul algo, hahaha (aku tahu kok-red),”  Kwon yun malah tertawa
Ibdagchyeo! (berisik-red),” Minho malah makin sengit digodain sepupunya itu.. sementara Rima santai saja tetap mengerjakan laporan presentasinya
“ah.. Mr Lee.. ini sudah.. I must print it.. so that you can read it soon..,” kata Rima.. pekerjaannya sudah selesai
“well.. nice,” Minho senyum padanya
eotteon budeuleoun misooo (aduh senyumnya manis amat-red),” Kwon yun godain Minho lagi..
Minho agak melotot pada sepupunya.. lalu..
”please you print it in your room.. I must talk with this man,” kata Minho pada Rima
Rima berdiri dan menunduk hormat,” okay.. thank you,” lalu dia keluar ruangan, tapi Kwon Yun malah iseng,”nanti ya.. sore”
Rima Cuma diam saja.. dia malas nanti berurusan dengan boss nya
”what will you do.. sore??,” Tanya Minho pada sepupunya
Kwon yun ngeles,”ah..tidak.. hanya bergurau,”
“we compete, right??,” kata Minho
“compete?? Last time you said you didn’t want,” balas Kwon yun,”kenapa sekarang mau compete soal dia??”
Minho serasa mati kutu, lalu “ah..forget it”

Rima permisi dan kemudian dia masuk..,”here is the report, Mr Lee.. and Mr Kwon,” katanya memberikan laporan masing masing pada mareka
“you..sit down,” kata Minho,”we’ll discuss”
Rima pun nurut perintah boss nya.. lalu mereka berdiskusi dari laporan yang sudah diberikan raffi dan Maya pada mereka..
“I think they must be present in this meeting,” kata Kwon yun
“you sure.. they will not deny if they lie??,” Tanya Minho
“umm..,” Kwon yun bergumam..,”so..lebih baik tidak deh…tertutup dulu untuk kita saja”
“nanti baru kita akan konfrontasikan dengan pak Raffi dan bu Maya jika memang salah… terlihat rumit, tetapi kita bisa tahu bedanya,” kata Rima
“ya.. begitu,” timpal Kwon Yun..,”jikalau ada mis calculate.. mereka baru kita salahkan”
Minho menarik nafas,”this is our new problem”
“it’s normal in company.. as long as you will be responsible for it”, kata kwon yun..
“let’s go meeting…,” Minho berdiri dan diikuti Rima dan Kwon yun
“you aren’t with your secretary??,” Tanya Minho pada sepupunya
“she’s in the meeting room now.. I asked her for preparing it”, balas Kwon yun
Mereka menuju ruangan.. meeting… dan pada saat mereka masuk..supplier juga bertepatan datang…

Meeting pun dimulai..
Rima membantu Minho menyajikan presentasi laporan baru 3 bulanan perkembangan keuangan kwartal pertama dengan pengembang karoseris, karena memang mereka baru saling bekerjasama selama 3 bulan itu..
Seperti biasa, Kwon yun membantu Minho berbahasa Indonesia atau menterjemahkan dalam bahasa korea pada sepupunya itu, jadi posisi duduk Minho berada diantara Kwon yun dan Rima..
Tina melihat cara Rima presentasi ”uh.. pantesan aja boss gue naksir dia.. emang pinter juga nih cewek.. ”
”kamu jangan lupa mencatat point penting untuk saya selama saya membantu Mr Lee,” kata Kwon Yun pada Tina
”Baik Mr Kwon,” balas Tina..
“ini ada yang aneh.. tidak kah Mr Lee dan Mr Lee Kwon memperhatikan angka angka ini?,” kata Leo, supplier untuk karoseris
Mereka saling mengecek angka. Minho teliti sekali melihat perbandingan satu persatu. Karena begitu banyaknya transaksi, diapun menyobek beberapa lembar dan membagi bagikan pada Rima dan Kwon Yun
”gimme 15 minutes to check,” katanya pada Leo
“check it out.. between their report and ours,” kata Minho pada Rima dan Kwon yun
Leo mengangguk dan dia pun mengecek juga laporan 3 bulanan punya pihak Minho..
Sementara Tina jadi khawatir banget bahwa kerja Raffi yang membolak balikkan dan me Mark up laporan bisa ketahuan..
”aduh.. gawat nih kalau mereka bisa tahu kerjaan si Raffi.. di pecat dah pacar gue,” kata Tina dalam hatinya..
Waktu pengecekan pun berjalan.. Minho mengutak atik pulpennya, mencoret coret banyak angka…
”weird.. weird.. and weird,” dia bergumam.. membandingkan antar laporan..
“memang janggal,” timpal Kwon yun
“aduh.. mati dah si Raffi nih.. bakalan dipecat kalau ketahuan gini”, keluh Tina dalam hatinya, dia lalu berdoa semoga gak akan terjadi apa apa sama pacarnya
“look..some’re different,” Minho setengah berbisik pada Rima dan Kwon yun, menunjuk pada laporan yang dia periksa dan bandingkan sendiri
“here are also a little bit weird.. I just remember.. if I am not wrong.. there wasn’t any transaction in this date.. in their report.. but here is in our report”, kata Rima
“well… that’s it.. we’re played,” Minho benar benar jadi jutek..
”finish, Sir??,” tanya Minho pada Leo

“well.. we found some infelicities,” kata Minho pada Leo
“lihat..ada yang tidak sama dengan beberapa angka.. berdekatan jumlahnya,” balas Kwon Yun
Tina jadi panic,”aduh lu, Raffi.. kena deh.. siap siap di pecat”
”tapi lihat.. ini tidak ada di laporan kami, Mr Leo..hanya ada di tempatmu,” lanjut Kwon Yun lagi
”how come?,” kata Minho.. dia benar benar pusing,”where as.. everytime we make a transaction.. surely there would be my copy and your copy.”
“ini kesalahan fatal..itu sebabnya harus segera diselesaikan,” jawab Leo
“call Raffi here,”Minho langsung ngamuk tanpa basa basi lagi.. dia berdiri dan membanting laporan yang dia baca.. wajahnya merah, marah
”would you please sit down, Mr Lee?? We will discuss it well,” Rima berusaha menenangkan, Minho galau..gusar..
“this will make me commit suicide.. he’s gonna be fired!,” dia masih ngamuk..
Kwon Yun langsung berdiri..menenangkannya,”slow down..,” lalu,”Tina.. tolong panggilkan kami pak Raffi dan juga Bu Maya”
Tina menuruti perintah boss nya, dia keluar ruangan dan kembali dengan Raffi dan Maya. Tina sebenarnya panik, dia khawatir pacarnya itu akan dipecat

Begitu mereka bertiga masuk, Minho langsung marah..
”you.. sit down.. tell us about this fake report!,” katanya, teriak
Raffi benar benar ketahuan merubah laporan.. tapi dia berusaha kalem dan jawabnya
”saya hanya berusaha memasukkan data yang sudah ada, silahkan Mr Lee dan yang lainnya mengecek segala buktinya”
Kwon Yun benar benar memeriksa,”are you sure ? it’s your own signature,” bisiknya pada Minho
Minho lalu benar benar mengecek..dan itu memang benar benar tanda tangannya
”bagaimana bisa?,” Rima kaget, karena tanda tangan harus lewat dia dulu..
”Jadi..sebenarnya siapa yang pertama kali menyetujuinya??,”tanya Raffi balik
Minho jadi menengok Rima.. begitu juga Kwon Yun
“tidak mungkin dia,” kata Kwon Yun dalam hati
Raffi dan Maya santai, senyum..
Minho benar benar diam,”impossible if she did it..i don’t believe,” katanya dalam hati..
“Silahkan Mr Lee periksa ulang.. kalau perlu masuk ke dalam rekening kami semua,” balas Raffi. Maya mengangguk..
”Korupsi?,” Tanya Leo singkat. “tapi bagi kami, ini tidak terlalu merugikan..karena memang kami masih surplus dalam catatan ini,” lanjutnya lagi..,”jika memang Mr Lee ingin menyusuri lebih jauh, silahkan... bagi saya, ini sudah cukup”
Minho benar benar tidak percaya jika memang sekretarisnya yang akan melakukan penipuan..
”Meeting dismiss,” kata Minho kesal
“Kami minta maaf..akan kami hubungi kembali soal pelaporan ini,” Kwon Yun berdiri menunduk hormat pada Leo.. Leo merasa maklum..
Sementara Rima ikutan panic karena dia memang melakukan semuanya sesuai prosedur
Meeting benar benar bubar tanpa kata penutupan.. Minho langsung marah dan masuk ke ruangannya..
Kwon Yun berbicara pada Leo,”Kami minta maaf… kami akan berusaha menyusuri kembali dalam waktu dekat..”, dia menunduk hormat
Leo ramah membalas,”Kami sudah pernah mengalami yang seperti ini, Mr Kwon Yun.. kami tidak marah.. tapi kami akan menunggu laporan berikutnya hasil audit dalam waktu dekat”
Kwon Yun pun berjanji akan menyelesaikan masalah ini secepatnya.. mereka pun selesai..

Sementara Minho di ruangan masih galau sekali,”this is crazy.. why did she do it??”, dia benar benar tidak menyangka..kenapa laporan semua faktur tersedia berantakan, padahal tanda tangan dia dan sekretarisnya ada disitu
Sementara Tina senyum senyum di ruangan meeting sambil membereskan ruangan itu..,”mampus lu, Rima.. sebentar lagi lu dipecat.. makanya jangan sok suci.. kena batunya lo”
Raffi senyum pada pacarnya,”hebat kan gue?”, sementara Maya juga ikutan senyum,”Boss bakalan galau

Kwon Yun buru buru masuk ke ruangan Minho,”call your secretary”, kata Kwon yun
Rima pun disidang oleh mereka berdua..dia sudah pasrah..
“saya benar benar tidak menyangka hal ini kamu yang menyelewengkannya,” kata Kwon yun
Rima membela dirinya,”Maaf, Mr Kwon.. saya hanya berusaha menjalankan semuanya sesuai prosedur.. dan itu semua juga sudah ditanda tangani oleh Mr Lee sendiri”
”kita akan lihat semua rekening dan siapapun yang terlibat disini..,” kata Kwon Yun..dia jadi tegas dan terkesan judes..
”Jika memang saya yang melakukannya, saya siap di pecat dan mengembalikan semuanya,” balas Rima, merasa tersinggung karena memang dia tidak melakukannya..
Minho diam saja.. dia ingin marah, kesal, tapi dia tidak percaya, bahwa orang yang dia suka yang melakukannya..
”Sudah.. kerjakan saja tugas mu selanjutnya,” balas Kwon Yun lagi
Rima lalu berdiri dan menunduk hormat pada mereka,”terima kasih, Mr Kwon”, lalu keluar ruangan..
Minho pusing..dia gak karuan garuk garuk kepalanya.. Kwon Yun berusaha menenangkannya..
“there are 2 possibilities: someone has manipulated your signature and bill.. or.. someone has blackmailed her by using that manipulation”, kata Kwon pada Minho,”you must be fair.. don’t get mad at her 1st..my gut said it won’t be her”
“argh,” Minho ngamuk ngamuk..

Rima dalam ruangannya berfikir,”siapa yang fitnah gue? Ya Allah.. gue sama sekali seperak aja gak ngambil uang perusahaan eni”
Semua pada diam diaman. Walau begitu, Rima berusaha untuk tetap mengerjakan tugasnya.
Minho menelepon ayahnya. Dia membicarakan apa yang terjadi hari itu. Kwon Yun menyuruh Tina, sekretarisnya kembali ke kantor mereka di desa Jambu, sementara dia tetap disini ikut berbicara dengan ayahnya Minho..
Mereka berbicara bertiga tentang kondisi kerjasama karoseri ini. Ayah Minho memaki dirinya dan juga Kwon Yun. Kwon Yun berusaha membantu Minho bahwa ini semua adalah permainan dan berjanji akan menyelesaikan semuanya dalam waktu dekat. Ayahnya Minho pun akhirnya memutuskan agar kepergian untuk meeting antar komisaris di Korea di batalkan, karena usaha otomotive menjadi tulang punggung awal dan harus diselesaikan dahulu atau mereka akan malu besar karena tidak bertanggung jawab. Minho benar benar minta maaf pada ayahnya karena dia sudah ceroboh dalam bekerja. Keputusan pemecatan Rima akan dilakukan ketika memang ada bukti rekening masuk.

Raffi tertawa tawa di kantin belakang saat pulang kerja. Dia lalu telepon Akbar, temannya yang sudah membantu dia memutihkan laporan awal dan pemindahan rekening.
”gue gak campur tangan loh.. gue Cuma bantu nyelametin lu aja.. lu urus sendiri nanti..sisa dari pemeriksaan yang lain udah gue jalanan biasa aja.. urusan gue Cuma sampe sini aja,” kata Akbar
“Ini aja gua dah seneng banget, Bray.. dan ternyata, si Rima dah kena perangkap,” jawab Raffi masih senang
Akbar kaget,”maksud lu?”
“iya…kalau soal palsuin tanda tangan dan pemindahan duit rekening...teteeeppp,” balas Raffi tetap semangat
”ah.. gila lu..sampe segitunya lu benci sama tu cewek,” Akbar benar benar bingung dengan jalan pikiran temannya sendiri,”kalaupun dia dipecat.. paling boss lu bakalan cari pengganti yang baru.. bukan pacar lu yang bakalan sama dia.. gak mikir apa lu??”
”dah terlanjur, Bray.. anyway.. tengs ya,” balas Raffi

Minho meminta cepat kerja akunting untuk mencari bukti bukti transaksi berdasarkan rekening bank. Sore itu..semua sudah selesai…
“you are fired,” kata Minho pada Rima.. dia dipecat..
Rima diam saja.. dia tidak berbuat salah, tapi juga tidak membela diri..
”lucky you haven’t spent this money.. not for more than 24 hours.. return all the money according to the sum,” lanjut Minho lagi
“sure,” balas Rima. Dia tidak mau berpanjang lebar.
Kwon Yun benar benar gak habis pikir..,”kami tidak menyangka”, katanya
Rima senyum,”saya tidak bisa membela diri walau saya tidak bersalah. Satu sen pun saya tidak meminta dari perusahaan ini atas hasil usaha tersebut.. jadi, saya akan langsung kembalikan sesuai dengan jumlah yang tertera.”
Minho benar benar kembali ke sikap asalnya, jadi judes dengan akan mantan sekretarisnya itu nanti..
” oh..saya juga akan kembalikan mobilnya paling lambat esok..saya tidak berhak untuk menerima itu dari sejak awal Mr Lee menawarkan”, tambahnya lagi
Minho diam saja.. wajahnya masih menunjukkan rasa tidak sukanya. Kwon Yun masih mencoba bersikap biasa,”untuk proses itu, bisa dilakukan tidak sekarang, esok pun bisa, Miss”
”terima kasih..tapi saya lebih suka secepatnya, Mr Kwon,” senyum Rima.
Minho diam saja..
Rima lalu berdiri dan kembali ke ruangannya..dia melakukan transaksi pengembalian sesuai dengan jumlah rupiah print yang dilaporkan..

Kwon Yun mendadak masuk ke ruangannya..dia langsung duduk di depan Rima..
”aku tidak percaya kamu melakukan ini.. Minho harus berfikir ulang”
Rima santai menjawab,”ini sudah saya kembalikan semua uangnya..sesuai dengan jumlah yang ada.. mohon dicek kembali,”
“apa.. kalau ternyata kamu tidak bersalah.. kamu mau kembali lagi ke sini, Miss??,” tanya Kwon Yun
Rima agak lama tidak menjawab.. lalu,”saya berfikir dua kali, Mr Kwon”
”ah..,” jawab Kwon Yun lagi,”aku menyayangkan”
”jadi..akan pergi juga hari ini??,”
Rima mengangguk,”iya..saya harus membereskan semuanya”
”sayang sekali..aku belum sempat belajar padamu, Miss,” kata Kwon Yun lagi
”tentang??,” Rima tanya balik..sembari dia membereskan semua pekerjaan dan file file berkas penting..
”belajar membuat kue tradisional,” senyum Kwon Yun.. lalu,”lalu..apa kalau kamu pergi..tetap anggap aku sebagai teman?”
Rima senyum,”iya,” dia mengangguk..
”ah..aku benar benar menyayangkan peristiwa ini,” kata Kwon Yun lagi..
”kapan kapan aku akan berkunjung ke rumah mu..boleh kan?”, katanya lagi
”boleh, Mr Kwon..rumah saya terbuka untuk belajar kue sama sama,” balas Rima ramah dan dia masih senyum
Sorenya, Yudha benar benar kaget dengan kejadian itu, dia telepon Rima
”sumpah,Bu..saya yakin Ibu gak salah,” katanya
”saya ingin mengambil ijasah saya, Pak Yudha..,” kata Rima
”saya yakin ibu gak salah..dan Mr Lee salah pengertian soal ini,” balas Yudha
”gak apa, Pak..terima kasih selama  4 bulan ini..saya banyak dibantu pak Yudha dan yang lain disini..”
Yudha masih penasaran,”apa..Mr Lee tidak memberikan kesempatan sama sekali untuk ibu membela diri?”
”saya tidak tahu siapa yang menaruh uang itu dalam rekening saya, tetapi karena sudah ada, maka saya tidak bisa mengelak, pak Yudha.. jadi.. saya mundur saja.. masih ada kesempatan saya ditempat yang lain,”
”tapi..saya masih yakin ibu gak salah,” kata Yudha
Rima berterima kasih Yudha sudah percaya padanya, tapi dia harus segera pergi hari itu. Dia pun mengambil ijazah dan perpisahan pada para karyawan di kantor itu..
Kwon Yun menemaninya dari lantai satu sampai lantai sepuluh..sementara Minho memilih diam diruangannya..

”Minho sepertinya bingung,” gumam Kwon Yun dalam hatinya..,”bisa bisa dia gusar lagi”
”neng kenapa berhenti??padahal Neng Rima baik..,” balas Irfan
”aye udah waktunye pamit, bang.. kan masih bisa komunikasi.. kebetulan aye punya nomer abang”, balas Rima ramah
”sedih deh aye.. padahal neng Rima baek bener sama abang,” balas Irfan lagi. Kwon Yun berdiri di samping Rima.
“moga sukses di luar ye, Neng..,” lanjutnya lagi

”mereka banyak mencintai kamu,” kata Kwon Yun di dalam lift…mereka ingin kembali ke lantai 10, persiapan pulang..
”saya sangat berhutang budi sama mereka, Mr Kwon..mereka baik,” balas Rima..memandang Kwon yun
Lalu Kwon Yun berdiri memandangnya..,“si Minho akan kecewa”
Rima senyum saja,”masih banyak yang lebih pintar dari saya, Mr Kwon..jadi Mr Lee akan cepat mencari pengganti”
”aku tidak yakin,” balas Kwon yun..,”aku tahu karakter Minho yang sensitif”
Di dalam lift, Kwon Yun benar benar memandang nya dari atas ke bawah,”Kamu ini cantik, cerdas dan baik budi.. aku rasa, Minho akan gusar dalam waktu dekat.. pendekatan mu pada dia bukan hanya seperti boss dan bawahan, tetapi lebih seperti teman.. itu yang aku rasakan juga pada kamu,Miss”
Rima tertawa kecil,”mungkin karena terbawa dari rumah??”
Lalu mereka keluar lift.. Kwon Yun santai saja jalan disampingnya dan masuk ke ruangannya kembali.. sementara dia sedikit mengintip Minho sedang duduk membelakangi pintu, memandang lukisan besar sehingga dia tidak tahu, cowok itu sebenarnya lagi apa..
”perlu aku temani pulang?? Aku free .. tidak ada schedule.. toko kue ku pun belum memberikan laporan..biar begini..aku punya toko kue loh, Miss..,” basa basi Kwon Yun
“Mr Kwon baik sekali,” senyum Rima.. ,”tapi saya bisa pulang sendiri”
“ah..tidak.. kamu harus kunjungi toko ku..aku punya kue andalan yang enak sekali..cobalah,” balas Kwon Yun lagi, ramah..
“I wanna say goodbye to Mr Lee ..,” lanjut Rima
Kwon yun membuka pintu untuknya... lalu Rima menuju ruangan Minho

”come in,” kata Minho singkat..sama sekali dia masih membelakangi..memandang lukisan di depannya sambil duduk..
”I am sorry.. I wanna say goodbye to you, Mr Lee.. thank you very much for your attention and kindness to me,” Rima menunduk hormat.
Kwon Yun melihatnya dari belakang.. ,”si Minho akan gusar”, katanya dalam hati..
”please forgive me about this.. I hope, this company will develop well.. and you are in prosperity, Mr Lee.. thank you,” kata Rima, masih menunduk hormat..
Minho sama sekali tidak membalikkan kursinya.. masih duduk membelakangi mereka..
Kwon Yun hanya melihat saja sikap Minho yang seperti itu..
”you may go,” balas Minho singkat, masih membelakangi mereka
gamsahabnida.. I am leaving,” Rima menunduk hormat sekali lagi..lalu keluar ruangan Minho…
Kwon yun diam saja.. beberapa detik kemudian,”ah..”, katanya.. dia pun menyusul Rima sampai ke lift..
Dia buru buru memencet tombol lift lebih cepat dari Rima,”aku antarkan pulang”, senyumnya
Mereka masuk dalam lift,”tidak usah, Mr Kwon..saya tidak enak,” balas Rima dalam lift
”tidak mengapa,” Kwon Yun santai, dia senyum pada Rima dan lalu berdiri bersampingan, menunggu lift turun sampai lantai dasar..
Lalu mereka ke parkiran dan keluar kantor utama..
”my Rima.. i really still don’t believe that you do it … I am disappointed.. saya.. kecewa,” kata Minho dalam hatinya..dia hanya memandang lukisan saja..

Kwon Yun mengajaknya ke toko kue nya disebuah mall cukup mewah..
“ini toko ku,” katanya Ramah..semua karyawannya menunduk hormat pada Kwon yun.. lalu tanpa Rima pikir, Kwon Yun ramah mengenalkan dirinya pada para karyawannya..
“Ini teman baikku.. namanya Miss Rima..dia baik..dia suka membuat kue tradisional..jadi kalian harus belajar padanya”, kata Kwon Yun
“aku punya 3 chef kue disini,” kata Kwon Yun lagi pada Rima
Para chef menunduk hormat pada mereka..
”ah..saya tidak seberapa..saya Cuma bisa membuat kue tradisional jakarta,” balas Rima, ramah
”mungkin bisa di combine dengan kue tradisional Korea..ah..mari..aku persilahkan makan,satu mungkin yang kamu suka..seperti kue Jakarta juga.. terbuat dari tepung beras,”
Kwon Yun lalu mengajaknya duduk di luar.. sementara beberapa orang sedang asik makan kue dan juga minuman lainnya
”nuansa nya Korea modern ya?,” kata Rima
Kwon yun mengangguk, lalu kemudian, waitress datang dengan kue yang dijanjikan..
Dilihat Rima, ada kue yang terbuat dari tepung beras, agak sedikit licin dan ternyata ketika di gigit, dalamnya gula manis..
”ah..ini seperti kue Ku..tetapi..ini beda.. kalau kue Ku isinya parutan kelapa..coconut crispy with palm sugar or green beans”
”wow.. jadi.. aku bisa buat yang baru.. penggabungan antara Korea dengan Jakarta?,” mata kwon yun berbinar
Rima senyum mengangguk,”boleh..bisa jadi enak”
”aku boleh minta recipe nya?,” kata Kwon yun masih senang..
Rima mengangguk ramah,”sure, Mr kwon..”
“kamu baik dan cantik,Miss.. aku suka kamu,” balas Kwon Yun jujur
Rima Cuma senyum saja..
”pantas saja si Minho suka dia.. dia memang baik..aku juga jadi suka dengan dia,” kata Kwon yun dalam hatinya

Tak berapa lama mereka ngobrol soal kue Ku.. Minho mengirimkan text messenger ke Kwon yun
”are you still with her??,” kata Minho dalam text messengernya
“still in my store,” balas Kwon yun,”she teaches me how to make a new dessert”
“take care of her,” balas Minho lagi
“eh?,” kata Kwon yun dalam hatinya, lalu dia mengetik,”wae yo?? (kenapa-red)”
Tapi Minho tidak membalasnya..

Lantas Rima pun pulang diantarkan Kwon Yun..
Beh hamid bingung akan apa yang terjadi.. dia menyilahkan Kwon Yun masuk dan duduk..
”kalo elu bisa basa Indonesa??,” tanya beh Hamid, ramah
”berbicara dengan Mr Kwon dengan bahasa Indonesia, beh..bukan betawian,” kata Rima. Dia memberikan Kwon Yun minum..
“terima kasih,” balas kwon yun ramah
” oh..jadi dia maunya bahasa Indonesia?,” tanya beh hamid lagi
Kwon yun menundukkan kepalanya sedikit, menghormati beh hamid,”bisa.. aku lebih lama di Indonesia dibandingkan sepupu ku, si Minho”
Beh Hamid ketawa,”iya.. si Minho muke kotak itu payah! Kemarin dia kesini kita kerjain”
”babeh..,” timpal Rima singkat. Kwon Yun senyum saja
”memang..rumah ini nyaman ya?,” kata Kwon yun..dia melihat atap teras yang terbuat dari campuran rumbia dan genteng,”pantas saja Minho suka ke sini”
”iya..tu si Minho sukanya makan kue disini..terus dia ngomongin apa dah gue gak ngerti,” balas beh Hamid dengan bahasa campuran
”itulah sepupu ku, Pak Hamid,” balas Kwon yun ramah
”lu..eh, maksud gue... kamu..udah berapa lama disini?,”
”baru 3 tahun, Pak Hamid,”
Beh Hamid gak heran,” oo..pantesan aje.. kalo si Minho kan baru 4 bulan ye??”
“begitulah,” balas Kwon yun..
Dari tetangga sebelah terdengar lagu ”Aku bukan bang thoyib” yang dinyanyikan Wali Band. Beh hamid lalu keluar teras sebentar, teriak pada tetangganya yang masih abege itu, yang masih keponakannya, si ipul..
”woi, Pul.. kecilin tu radio nape?? Gue lagi ade tamu!,”teriak dia ke keponakannya
”ini lagu lagi bagus, Beh!,”teriak si Ipul sambil pegang Hp yang menyetel lagu Wali band itu.
”iye..tapi gue lagi ngobrol sama tamu mpok lu…gue gibeng lu!,” balas beh Hamid lagi
Ipul pun nurut apa kata pamannya.. Kwon yun senyum saja..,”lagu nya bagus”, ternyata dia tahu artinya
Rima senyum,”itu lagu band terkenal disini..”
Walau suara dari mp3 Hp di kecilkan.. Ipul ternyata nyanyi teriak teriak..
”sayang aku..bukanlah bang thoyib..yang gak pulang pulang..yang tak pasti kapan dia datang.. duhai sayang..sabarlah sebentar..aku pasti pulang..karena aku bukan..aku bukan..aku bukan.. bang thoyib.. “
“yihaaaa,” katanya lagi… sambil joget..
”Pul... ade temen gue eni, Pul.. suara lu kenceng amat,” teriak Rima ke Ipul
“iye, mpok..sori..,” lalu Ipul pun mengecilkan suara nyanyiannya..
“itu..maksudnya adalah.. lelaki yang tidak pulang ke pacarnya, bukan??”, Tanya Kwon Yun ke Rima dan beh Hamid
Rima senyum,”begitulah..atau ke isterinya.. disini aja joke namanya Bang thoyib.. lelaki yang tidak pulang 3 kali lebih perayaan Hari Raya ke orang yang dicintainya”
Kwon yun tertawa keras,”Itu si Minho, hahahaha! Aku baru kembali dari Korea 2 bulan yang lalu, hahahaha..jadi itu si Minho!”
Beh Hamid ketawa ngakak juga,”eh.. lu bise juge ngerjain sodare lu kendiri ye??hahahaha”
”beh..,” balas Rima..tapi beh Hamid salah kaprah..dia pikir dia harus bicara bahasa Indonesia, lalu dia malah bilang ke Kwon Yun dalam bahasa Indonesia,”suka bergurau juga ya?”
Kwon yun membalas,”aku berbeda dengan si Minho yang kurang ramah,hahaha”

Mereka ngobrol panjang lebar. Beh Hamid pun tahu akhirnya kalau Kwon Yun memegang perusahaan Minho yang di desa Jambu..dan dia cerita kalau orang orang yang membantu Kwon Yun itu..pada dasarnya dia dulu kenal, mereka teman sepermainan di silat.
” oh.. jadi Pak Hamid jago silat??,”
”iye.. gue suka silat daridulu,” beh Hamid ketawa
”pak Rusdi pun begitu..juga yang lainnya,” balas Kwon yun mengingat orang orang yang di desa Jambu..
Lama mereka berbicara sampai akhirnya Kwon yun pamit..
”keep contact,” katanya ramah, ketika ingin masuk mobil..
Rima menunduk hormat,”baik.. terima kasih, Mr Kwon”
Lalu Kwon yun pun pergi..lama kelamaan mobilnya menghilang di ujung jalan..

”beh..aye mau bicara..,” kata Rima di dalam rumahnya..seperti biasa..duduk depan meja makan
”nape??urusan lu dengan si Minho lagi?? Atau same si Kwon yun?? Eh...si Kwon yun lebih oke dari si Minho muke kotak ntu..lu demenan aje same die.. gue dukung deh,” beh Hamid malah ngajak bercanda
”bukan itu, beh.. besok..kita harus memulangkan mobilnya Mr Lee,” kata Rima, pelan
Beh Hamid kaget,”bujug.. nape??!!??”
”aye...,” kata Rima.. lalu dia diam sebentar..
”lu nape sama si Minho?? Lu dicelakain die??,” beh Hamid penasaran campur kaget
”aye...dipecat, beh..,” balas Rima pelan
”APE!!!???!!!,” Beh Hamid benar benar kaget
”iye, beh.. aye dipecat.. tapi itu bukan salahnye Mr Lee, beh.. ntu karena aye difitnah,”
“trus.. kenapa si muke kotak ntu pecat lu?? Nape lu gak bela diri??,”
Rima menunduk,”aye malas, beh..mungkin saatnye aye pergi dari situ”
”kite harus pulangin ntu mobil besok, beh..aye dah janji same die,” lanuut Rima lagi
“lu dah punye kerjaan baru??,” Tanya beh Hamid
Salma yang daritadi juga mendengarkan jadi agak sedikit resah juga,”emang si Minho kenape?? Kok die segitunye same lu??”
“Mr Lee gak salah, Nyak.. dia juga bingung kalau aye liat romannye..tapi mungkin eni nyang baek untuk semuanye..lagian, aye masih temenan same Mr Kwon kok,Nyak..nyang tadi.. sepupunye die”, balas Rima, menoleh pada ibunya
“gue pikir..ntaran juga si Minho bakalan kerepotan kagak ade lu,” kata beh Hamid,”besok kite pulangin tu mobil..pan gue juge kagak enakan dari awalnye..”
”iye, beh.. maafin aye, ye, beh..,”
Beh Hamid senyum,”ah..gak ape.. gue yakin lu bakalan dapet pekerjaan nyang sama enaknye..”
“iye beh..doain aye ..,”

Minho memandang Smartphone yang biasanya di pegang Rima..
Lalu dia melihat smartphone nya sendiri..dan memandang foto sekretarisnya itu ketika di pematang sawah dan juga di puncak..
”I am gonna miss you,my Rima …but why do you have a heart to disappointed me??”, katanya masih kuyu.. dia menopang dagunya lalu Cuma melihat lihat foto foto nya dia bersama Rima.. membolak balikkan saja..
Daritadi dia ditawari makan oleh Suminah juga hanya mengatakan sudah kenyang..
”Mr Lee kenapa toh, Pak??,” tanya Suminah pada suaminya, Suryanto di dapur..
ora weru (tidak tahu-red) aku, bu.. daritadi kuyu..kayak anak ayam ra ono mboke (kehilangan induk-red),” balas Suryanto..
”Habis meeting langsung begitu,” lanjut Suryanto lagi
“kali..usahane lagi turun,” balas Suminah

”I’ve accompanied your ex secretary home..she’s safe,” kata Kwon Yun telepon Minho
“thanks,” balas Minho singkat
“semua mengecewakan.. I believe she doesn’t do it…what a pity you fire her,” kata kwon yun lagi. Minho diam saja..
“ah.. okay..tomorrow.. we’ll discuss.. she will return your car,” lanjut kwon yun
Minho masih diam..
“see ya tomorrow,” kata Kwon yun, lalu dia mematikan Hp nya. Minho tidak membalas apa apa..hanya diam..
Suryanto tanpa sengaja menguping,”wah..bu Rima dipecat? Mobilnya dibalikin..kenapa ya??”

Suryanto berfikir fikir..lalu dia pergi lagi dari dekat kamar Minho..takut ketahuan menguping..