Meeting antara pihak perusahaan Minho
dengan supplier karoseri berlangsung hari ini sekitar jam 9 pagi. Kwon Yun
dengan rajinnya datang lebih pagi, jam 7 bersama Minho lalu langsung masuk ke
ruangan Rima..
Minho menunjuk nunjuk Kwon Yun dari
ruangannya sendiri supaya gak masuk ke ruangan sekretarisnya, tapi dasar memang
Kwon Yun orangnya iseng, tetap saja dia tidak menghiraukan Minho..
”ergh, Kwon Yun.. you already have
secretary.. don’t disturb her, will ya??,” gerutu Minho
dalam hatinya
“Pagi.. annyeong haseyo Miss Rima..,” sapa
Kwon Yun ramah sekali.. dia langsung duduk di depan meja kerja Rima
“ah..
pagi, Mr Kwon Yun.. mau meeting kah pagi ini bersama Mr Lee?”, Rima kembali
menyapanya baik baik
Kwon Yun senyum manis,”tepat sekali.. eh..
kenapa kemarin kamu tidak ajak ajak saya??”
”ajak Mr Kwon?? Kemana ya??,” Rima bingung
”alah.. kamu suka begitu.. kamu kalau
pacaran dengan sepupu saya, sekali kali saya ini diajak juga.. begitu.. jadi
bisa pacaran bersama,hehehe,”
”pacaran??,” Rima bingung, ”saya tidak
pacaran, Mr Kwon.. mungkin salah orang??” lalu dalam hatinya,”aduh.. jangan
jangan Mr Lee cerita yang tadi malam sama dia”
Benar saja,”tadi malam.. kalian pergi
bersama lagi kan? Ayo kemana??,” kata Kwon Yun memancing mancing cerita
Minho mengintip dari ruangannya,”ah.. nasty
Kwon Yun!”, dia kesal sama sepupunya sendiri, tapi berusaha bersikap dewasa
dengan tidak mau melabraknya.. tapi dia galau
sendiri di ruangannya..
”oh.. maaf kalau tidak mengajak Mr Kwon..
kemarin malam itu ada acara keluarga saya dan mendadak Mr Lee minta join..
begitu”, balas Rima jujur
”wah... boss kamu itu senang sekali loh..
ketika tadi malam bicara dengan saya.. wajahnya ceria,” Kwon Yun memancing
mancing lagi
”oh.. mungkin senang karena ramai dan
banyak orang ramah dengan nya,” balas Rima lagi
Kwon Yun mengintip intip pekerjaan
Rima,”eh.. kamu sibuk tidak
hari ini?? Nanti sore jalan dengan ku dong ya?? Aku mau tahu banyak tentang
kamu”
Rima kaget,”aduh.. mulai lagiiii...
babeeehhh.. salah ape gue
kerja disini yee?? Satu dah manja.. satu lagi genit”, dalam hatinya dia
mengeluh..
”maaf, saya tidak bisa, Mr Kwon,” balas
Rima ramah
”ah.. pasti ini karena kamu mau jalan lagi
dengan Minho ya??Kamu curang..kamu maunya dengan Minho saja.. Kamu suka dengan
Minho ya??,” goda Kwon Yun
Rima jadi agak sedikit panic,”enggak kok,
Mr Kwon.. enggak...bukan begitu..saya tidak suka dengan Mr Lee..perasaan saya
biasa saja..”
”ah..jujur saja dengan saya, Miss,” balas
Kwon Yun lagi
”tidak.. sumpah demi Tuhan, Mr Kwon.. saya
tidak jalan nanti sore dengan Mr Lee,”
Minho benar benar kesal dengan kelakuan
sepupunya yang menggangu sekretarisnya yang sedang bekerja, lalu dia memanggil
Rima via telepon..
Rima pun masuk ke ruangan Minho... dia
meninggalkan Kwon Yun sendirian di ruangannya..
”ah.. pasti si Minho mengamuk pada
sekretarisnya,” kata hati Kwon Yun
“you
work here,” kata Minho singkat pada Rima
“but..
my file are all in there,” balas Rima
Kemudian Minho membuka laptopnya..
ternyata bisa berhubungan dengan jaringan akses PC nya Rima, dia lalu
menanyakan apa file yang sedang Rima kerjakan..
”do
it now.. here… I don’t like you talk much with him,” dia sudah menemukannya,
lalu membalikkan laptopnya sehingga bisa digunakan Rima..
“okay,
Mr Lee.. I am so sorry,” balas Rima.. lalu dia mengerjakan tugasnya di depan Minho ..dengan menggunakan laptopnya Minho ..
Minho menunggunya bekerja tepat di
hadapannya.. sementara akhirnya Kwon Yun cengengesan masuk ke ruangan Minho
”don’t
disturb her.. she must do our report presentation for next meeting,” ujar Minho judes
“wah..
protektif nya mulai, Lee Minho..,” balas kwon yun dalam hatinya
“No..
I just had a bit chit chat with her..”, kwon yun ngeles
“Ani (tidak-red), you disturbed her a
lot,” balas Minho agak sengit
Kwon
Yun malah cengengesan,”geunyeowa hamkke
aein-i issjyo? (kamu jatuh cinta
sama dia ya?-red)”
“Ani,” balas Minho
ngeles
“yooo..
Lee Minho..geugeos-eul algo, hahaha
(aku tahu kok-red),” Kwon yun malah
tertawa
“Ibdagchyeo! (berisik-red),” Minho malah makin sengit digodain sepupunya itu..
sementara Rima santai saja tetap mengerjakan laporan presentasinya
“ah..
Mr Lee.. ini sudah.. I must print it.. so that you can read it soon..,” kata
Rima.. pekerjaannya sudah selesai
“well..
nice,” Minho senyum padanya
“eotteon budeuleoun misooo (aduh
senyumnya manis amat-red),” Kwon yun godain Minho
lagi..
Minho agak melotot pada sepupunya.. lalu..
”please
you print it in your room.. I must talk with this man,” kata Minho
pada Rima
Rima berdiri dan menunduk hormat,” okay..
thank you,” lalu dia keluar ruangan, tapi Kwon Yun malah iseng,”nanti ya.. sore”
Rima Cuma diam saja.. dia malas nanti
berurusan dengan boss nya
”what
will you do.. sore??,” Tanya Minho pada sepupunya
Kwon
yun ngeles,”ah..tidak.. hanya bergurau,”
“we
compete, right??,” kata Minho
“compete??
Last time you said you didn’t want,” balas Kwon yun,”kenapa sekarang mau
compete soal dia??”
Minho serasa mati kutu, lalu “ah..forget
it”
Rima
permisi dan kemudian dia masuk..,”here is the report, Mr Lee.. and Mr Kwon,” katanya memberikan laporan masing
masing pada mareka
“you..sit
down,” kata Minho ,”we’ll discuss”
Rima
pun nurut perintah boss nya.. lalu mereka berdiskusi dari laporan yang sudah
diberikan raffi dan Maya pada mereka..
“I
think they must be present in this meeting,” kata Kwon yun
“you
sure.. they will not deny if they lie??,” Tanya Minho
“umm..,”
Kwon yun bergumam..,”so..lebih baik tidak deh…tertutup dulu untuk kita saja”
“nanti
baru kita akan konfrontasikan dengan pak Raffi dan bu Maya jika memang salah…
terlihat rumit, tetapi kita bisa tahu bedanya,” kata Rima
“ya..
begitu,” timpal Kwon Yun..,”jikalau ada mis calculate.. mereka baru kita
salahkan”
“it’s
normal in company.. as long as you will be responsible for it”, kata kwon yun..
“let’s
go meeting…,” Minho berdiri dan diikuti Rima
dan Kwon yun
“you
aren’t with your secretary??,” Tanya Minho pada sepupunya
“she’s
in the meeting room now.. I asked her for preparing it”, balas Kwon yun
Mereka menuju ruangan.. meeting… dan pada
saat mereka masuk..supplier juga bertepatan datang…
Meeting pun dimulai..
Rima membantu Minho menyajikan presentasi
laporan baru 3 bulanan perkembangan keuangan kwartal pertama dengan pengembang
karoseris, karena memang mereka baru saling bekerjasama selama 3 bulan itu..
Seperti biasa, Kwon yun membantu Minho
berbahasa Indonesia atau menterjemahkan dalam bahasa korea pada sepupunya itu,
jadi posisi duduk Minho berada diantara Kwon yun dan Rima..
Tina melihat cara Rima presentasi ”uh..
pantesan aja boss gue naksir dia.. emang pinter juga nih cewek.. ”
”kamu jangan lupa mencatat point penting
untuk saya selama saya membantu Mr Lee,” kata Kwon Yun pada Tina
”Baik Mr Kwon,” balas Tina..
“ini ada yang aneh.. tidak kah Mr Lee dan
Mr Lee Kwon memperhatikan angka angka ini?,” kata Leo, supplier untuk karoseris
Mereka saling mengecek angka. Minho teliti
sekali melihat perbandingan satu persatu. Karena begitu banyaknya transaksi,
diapun menyobek beberapa lembar dan membagi bagikan pada Rima dan Kwon Yun
”gimme
15 minutes to check,” katanya pada Leo
“check
it out.. between their report and ours,” kata Minho
pada Rima dan Kwon yun
Leo mengangguk dan dia pun mengecek juga
laporan 3 bulanan punya pihak Minho..
Sementara Tina jadi khawatir banget bahwa
kerja Raffi yang membolak balikkan dan me Mark up laporan bisa ketahuan..
”aduh.. gawat nih kalau mereka bisa tahu
kerjaan si Raffi.. di pecat
dah pacar gue,” kata Tina dalam hatinya..
Waktu pengecekan pun berjalan.. Minho
mengutak atik pulpennya, mencoret coret banyak angka…
”weird..
weird.. and weird,” dia bergumam.. membandingkan antar laporan..
“memang
janggal,” timpal Kwon yun
“aduh..
mati dah si Raffi nih.. bakalan dipecat kalau ketahuan gini”, keluh Tina dalam
hatinya, dia lalu berdoa semoga gak akan terjadi apa apa sama pacarnya
“look..some’re
different,” Minho setengah berbisik pada Rima
dan Kwon yun, menunjuk pada laporan yang dia periksa dan bandingkan sendiri
“here
are also a little bit weird.. I just remember.. if I am not wrong.. there
wasn’t any transaction in this date.. in their report.. but here is in our
report”, kata Rima
“well…
that’s it.. we’re played,” Minho
benar benar jadi jutek..
”finish,
Sir??,” tanya Minho pada Leo
“well..
we found some infelicities,” kata Minho pada
Leo
“lihat..ada yang tidak sama dengan
beberapa angka.. berdekatan jumlahnya,” balas Kwon Yun
Tina jadi panic,”aduh lu, Raffi.. kena
deh.. siap siap di pecat”
”tapi lihat.. ini tidak ada di laporan
kami, Mr Leo..hanya ada di tempatmu,” lanjut Kwon Yun lagi
”how
come?,” kata Minho .. dia benar benar
pusing,”where as.. everytime we make a transaction.. surely there would be my
copy and your copy.”
“ini
kesalahan fatal..itu sebabnya harus segera diselesaikan,” jawab Leo
“call
Raffi here,”Minho langsung ngamuk tanpa basa
basi lagi.. dia berdiri dan
membanting laporan yang dia baca.. wajahnya merah, marah
”would
you please sit down, Mr Lee?? We will discuss it well,” Rima berusaha
menenangkan, Minho galau..gusar..
“this
will make me commit suicide.. he’s gonna be fired!,” dia masih ngamuk..
Kwon
Yun langsung berdiri..menenangkannya,”slow down..,” lalu,”Tina.. tolong panggilkan kami pak Raffi dan juga Bu Maya”
Tina menuruti perintah boss nya, dia
keluar ruangan dan kembali dengan Raffi dan Maya. Tina sebenarnya panik, dia
khawatir pacarnya itu akan dipecat
Begitu mereka bertiga masuk, Minho
langsung marah..
”you..
sit down.. tell us about this fake report!,” katanya, teriak
Raffi benar benar ketahuan merubah laporan..
tapi dia berusaha kalem dan jawabnya
”saya hanya berusaha memasukkan data yang
sudah ada, silahkan Mr Lee dan yang lainnya mengecek segala buktinya”
Kwon
Yun benar benar memeriksa,”are you sure ? it’s your own signature,” bisiknya
pada Minho
Minho lalu benar benar mengecek..dan itu
memang benar benar tanda tangannya
”bagaimana bisa?,” Rima kaget, karena
tanda tangan harus lewat dia dulu..
”Jadi..sebenarnya siapa yang pertama kali menyetujuinya??,”tanya
Raffi balik
Minho jadi menengok Rima.. begitu juga Kwon
Yun
“tidak mungkin dia,” kata Kwon Yun dalam
hati
Raffi dan Maya santai, senyum..
“Silahkan Mr Lee periksa ulang.. kalau perlu masuk ke dalam rekening kami
semua,” balas Raffi. Maya mengangguk..
”Korupsi?,” Tanya Leo singkat. “tapi bagi
kami, ini tidak terlalu merugikan..karena memang kami masih surplus dalam
catatan ini,” lanjutnya lagi..,”jika memang Mr Lee ingin menyusuri lebih jauh,
silahkan... bagi saya, ini sudah cukup”
Minho benar benar tidak percaya jika
memang sekretarisnya yang akan melakukan penipuan..
”Meeting dismiss,” kata Minho kesal
“Kami minta maaf..akan kami hubungi
kembali soal pelaporan ini,” Kwon Yun berdiri menunduk hormat pada Leo.. Leo merasa maklum..
Sementara Rima ikutan panic karena dia
memang melakukan semuanya sesuai prosedur
Meeting benar benar bubar tanpa kata
penutupan.. Minho langsung marah dan masuk ke ruangannya..
Kwon Yun berbicara pada Leo,”Kami minta
maaf… kami akan berusaha menyusuri kembali dalam waktu dekat..”, dia menunduk hormat
Leo ramah membalas,”Kami sudah pernah
mengalami yang seperti ini, Mr Kwon Yun.. kami tidak marah.. tapi kami akan
menunggu laporan berikutnya hasil audit dalam waktu dekat”
Kwon Yun pun berjanji akan menyelesaikan
masalah ini secepatnya.. mereka pun selesai..
Sementara
Minho di ruangan masih galau sekali,”this
is crazy.. why did she do it??”, dia
benar benar tidak menyangka..kenapa laporan semua faktur tersedia berantakan,
padahal tanda tangan dia dan sekretarisnya ada disitu
Sementara Tina senyum senyum di ruangan
meeting sambil membereskan ruangan itu..,”mampus lu, Rima.. sebentar lagi lu
dipecat.. makanya jangan sok suci.. kena batunya lo”
Raffi senyum pada pacarnya,”hebat kan
gue?”, sementara Maya juga ikutan senyum,”Boss bakalan galau”
Kwon Yun buru buru masuk ke ruangan
Minho,”call your secretary”, kata Kwon yun
Rima
pun disidang oleh mereka berdua..dia sudah pasrah..
“saya benar benar tidak menyangka hal ini
kamu yang menyelewengkannya,” kata Kwon yun
Rima membela dirinya,”Maaf, Mr Kwon.. saya
hanya berusaha menjalankan semuanya sesuai prosedur.. dan itu semua juga sudah
ditanda tangani oleh Mr Lee sendiri”
”kita akan lihat semua rekening dan
siapapun yang terlibat disini..,” kata Kwon Yun..dia jadi tegas dan terkesan
judes..
”Jika memang saya yang melakukannya, saya
siap di pecat dan mengembalikan semuanya,” balas Rima, merasa tersinggung
karena memang dia tidak melakukannya..
Minho diam saja.. dia ingin marah, kesal,
tapi dia tidak percaya, bahwa orang yang dia suka yang melakukannya..
”Sudah.. kerjakan saja tugas mu selanjutnya,”
balas Kwon Yun lagi
Rima lalu berdiri dan menunduk hormat pada
mereka,”terima kasih, Mr Kwon”, lalu keluar ruangan..
Minho pusing..dia gak karuan garuk garuk
kepalanya.. Kwon Yun berusaha menenangkannya..
“there
are 2 possibilities: someone has manipulated your signature and bill.. or..
someone has blackmailed her by using that manipulation”, kata Kwon pada Minho ,”you must be fair.. don’t get mad at her 1st..my
gut said it won’t be her”
“argh,”
Minho ngamuk ngamuk..
Rima dalam ruangannya berfikir,”siapa yang
fitnah gue? Ya Allah.. gue
sama sekali seperak aja gak ngambil uang perusahaan eni”
Semua pada diam diaman. Walau begitu, Rima
berusaha untuk tetap mengerjakan tugasnya.
Minho menelepon ayahnya. Dia membicarakan
apa yang terjadi hari itu. Kwon Yun menyuruh Tina, sekretarisnya kembali ke
kantor mereka di desa Jambu, sementara dia tetap disini ikut berbicara dengan
ayahnya Minho..
Mereka berbicara bertiga tentang kondisi
kerjasama karoseri ini. Ayah Minho memaki dirinya dan juga Kwon Yun. Kwon Yun
berusaha membantu Minho bahwa ini semua adalah permainan dan berjanji akan
menyelesaikan semuanya dalam waktu dekat. Ayahnya Minho pun akhirnya memutuskan
agar kepergian untuk meeting antar komisaris di Korea di batalkan, karena usaha
otomotive menjadi tulang punggung awal dan harus diselesaikan dahulu atau
mereka akan malu besar karena tidak bertanggung jawab. Minho benar benar minta
maaf pada ayahnya karena dia sudah ceroboh dalam bekerja. Keputusan pemecatan
Rima akan dilakukan ketika memang ada bukti rekening masuk.
Raffi tertawa tawa di kantin belakang saat
pulang kerja. Dia lalu telepon Akbar, temannya yang sudah membantu dia
memutihkan laporan awal dan pemindahan rekening.
”gue
gak campur tangan loh.. gue Cuma bantu nyelametin lu aja.. lu urus sendiri
nanti..sisa dari pemeriksaan yang lain udah gue jalanan biasa aja.. urusan gue
Cuma sampe sini aja,” kata Akbar
“Ini
aja gua dah seneng banget, Bray.. dan ternyata, si Rima dah kena perangkap,”
jawab Raffi masih senang
Akbar kaget,”maksud lu?”
“iya…kalau soal palsuin tanda tangan dan
pemindahan duit rekening...teteeeppp,” balas Raffi tetap semangat
”ah.. gila lu..sampe segitunya lu benci
sama tu cewek,” Akbar benar benar bingung dengan jalan pikiran temannya
sendiri,”kalaupun dia dipecat.. paling boss lu bakalan cari pengganti yang
baru.. bukan pacar lu yang bakalan sama dia.. gak mikir apa lu??”
”dah terlanjur, Bray.. anyway.. tengs ya,” balas Raffi
Minho meminta cepat kerja akunting untuk
mencari bukti bukti transaksi berdasarkan rekening bank. Sore itu..semua
sudah selesai…
“you
are fired,” kata Minho pada Rima.. dia dipecat..
Rima diam saja.. dia tidak berbuat salah,
tapi juga tidak membela diri..
”lucky
you haven’t spent this money.. not for more than 24 hours.. return all the
money according to the sum,” lanjut Minho lagi
“sure,” balas Rima. Dia tidak mau
berpanjang lebar.
Kwon Yun benar benar gak habis pikir..,”kami
tidak menyangka”, katanya
Rima senyum,”saya tidak bisa membela diri
walau saya tidak bersalah. Satu
sen pun saya tidak meminta dari perusahaan ini atas hasil usaha tersebut.. jadi, saya akan langsung kembalikan sesuai
dengan jumlah yang tertera.”
Minho benar benar kembali ke sikap
asalnya, jadi judes dengan akan mantan sekretarisnya itu nanti..
” oh..saya juga akan kembalikan mobilnya
paling lambat esok..saya tidak berhak untuk menerima itu dari sejak awal Mr Lee
menawarkan”, tambahnya lagi
Minho diam saja.. wajahnya masih
menunjukkan rasa tidak sukanya. Kwon Yun masih mencoba bersikap biasa,”untuk
proses itu, bisa dilakukan tidak sekarang, esok pun bisa, Miss”
”terima kasih..tapi saya lebih suka
secepatnya, Mr Kwon,” senyum Rima.
Minho diam saja..
Rima lalu berdiri dan kembali ke
ruangannya..dia melakukan transaksi pengembalian sesuai dengan jumlah rupiah print
yang dilaporkan..
Kwon Yun mendadak masuk ke ruangannya..dia
langsung duduk di depan Rima..
”aku tidak percaya kamu melakukan ini..
Minho harus berfikir ulang”
Rima santai menjawab,”ini sudah saya
kembalikan semua uangnya..sesuai dengan jumlah yang ada.. mohon dicek kembali,”
“apa.. kalau ternyata kamu tidak
bersalah.. kamu mau kembali
lagi ke sini, Miss??,” tanya Kwon Yun
Rima agak lama tidak menjawab.. lalu,”saya
berfikir dua kali, Mr Kwon”
”ah..,” jawab Kwon Yun lagi,”aku menyayangkan”
”jadi..akan pergi juga hari ini??,”
Rima mengangguk,”iya..saya harus
membereskan semuanya”
”sayang sekali..aku belum sempat belajar
padamu, Miss,” kata Kwon Yun lagi
”tentang??,” Rima tanya balik..sembari dia
membereskan semua pekerjaan dan file file berkas penting..
”belajar membuat kue tradisional,” senyum
Kwon Yun.. lalu,”lalu..apa kalau kamu pergi..tetap anggap aku sebagai teman?”
Rima senyum,”iya,” dia mengangguk..
”ah..aku benar benar menyayangkan
peristiwa ini,” kata Kwon Yun lagi..
”kapan kapan aku akan berkunjung ke rumah
mu..boleh kan?”, katanya lagi
”boleh, Mr Kwon..rumah saya terbuka untuk
belajar kue sama sama,” balas Rima ramah dan dia masih senyum
Sorenya, Yudha benar benar kaget dengan
kejadian itu, dia telepon Rima
”sumpah,Bu..saya yakin Ibu gak salah,”
katanya
”saya ingin mengambil ijasah saya, Pak
Yudha..,” kata Rima
”saya yakin ibu gak salah..dan Mr Lee
salah pengertian soal ini,” balas Yudha
”gak apa, Pak..terima kasih selama 4 bulan ini..saya banyak dibantu pak Yudha
dan yang lain disini..”
Yudha masih penasaran,”apa..Mr Lee tidak
memberikan kesempatan sama sekali untuk ibu membela diri?”
”saya tidak tahu siapa yang menaruh uang
itu dalam rekening saya, tetapi karena sudah ada, maka saya tidak bisa
mengelak, pak Yudha.. jadi.. saya mundur saja.. masih ada kesempatan saya ditempat
yang lain,”
”tapi..saya masih yakin ibu gak salah,”
kata Yudha
Rima berterima kasih Yudha sudah percaya
padanya, tapi dia harus segera pergi hari itu. Dia pun mengambil ijazah dan perpisahan pada para
karyawan di kantor itu..
Kwon Yun menemaninya dari lantai satu
sampai lantai sepuluh..sementara Minho memilih diam diruangannya..
”Minho sepertinya bingung,” gumam Kwon Yun
dalam hatinya..,”bisa bisa dia gusar lagi”
”neng kenapa berhenti??padahal Neng Rima
baik..,” balas Irfan
”aye udah waktunye pamit, bang.. kan masih
bisa komunikasi.. kebetulan aye punya nomer abang”, balas Rima ramah
”sedih deh aye.. padahal neng Rima baek
bener sama abang,” balas Irfan lagi. Kwon Yun berdiri di samping Rima.
“moga sukses di luar ye, Neng..,”
lanjutnya lagi
”mereka banyak mencintai kamu,” kata Kwon
Yun di dalam lift…mereka ingin kembali ke lantai 10, persiapan pulang..
”saya sangat berhutang budi sama mereka,
Mr Kwon..mereka baik,” balas Rima..memandang Kwon yun
Lalu Kwon Yun berdiri memandangnya..,“si
Minho akan kecewa”
Rima senyum saja,”masih banyak yang lebih
pintar dari saya, Mr Kwon..jadi Mr Lee akan cepat mencari pengganti”
”aku tidak yakin,” balas Kwon yun..,”aku
tahu karakter Minho yang sensitif”
Di dalam lift, Kwon Yun benar benar memandang nya dari atas ke bawah,”Kamu ini cantik, cerdas dan baik budi.. aku rasa, Minho akan gusar dalam waktu dekat.. pendekatan mu pada dia bukan hanya seperti boss dan bawahan, tetapi lebih seperti teman.. itu yang aku rasakan juga pada kamu,Miss”
Di dalam lift, Kwon Yun benar benar memandang nya dari atas ke bawah,”Kamu ini cantik, cerdas dan baik budi.. aku rasa, Minho akan gusar dalam waktu dekat.. pendekatan mu pada dia bukan hanya seperti boss dan bawahan, tetapi lebih seperti teman.. itu yang aku rasakan juga pada kamu,Miss”
Rima tertawa kecil,”mungkin karena terbawa
dari rumah??”
Lalu mereka keluar lift.. Kwon Yun santai saja jalan disampingnya
dan masuk ke ruangannya kembali.. sementara dia sedikit mengintip Minho sedang
duduk membelakangi pintu, memandang lukisan besar sehingga dia tidak tahu, cowok
itu sebenarnya lagi apa..
”perlu aku temani pulang?? Aku free
.. tidak ada schedule.. toko kue ku pun belum memberikan laporan..biar
begini..aku punya toko kue loh, Miss..,” basa basi Kwon Yun
“Mr
Kwon baik sekali,” senyum Rima.. ,”tapi saya bisa pulang sendiri”
“ah..tidak..
kamu harus kunjungi toko ku..aku punya kue andalan yang enak sekali..cobalah,”
balas Kwon Yun lagi, ramah..
“I
wanna say goodbye to Mr Lee ..,” lanjut Rima
Kwon yun membuka pintu untuknya... lalu
Rima menuju ruangan Minho
”come in,” kata Minho singkat..sama sekali
dia masih membelakangi..memandang lukisan di depannya sambil duduk..
”I
am sorry.. I wanna say goodbye to you, Mr Lee.. thank you very much for your
attention and kindness to me,” Rima menunduk hormat.
Kwon Yun melihatnya dari belakang.. ,”si
Minho akan gusar”, katanya dalam hati..
”please
forgive me about this.. I hope, this company will develop well.. and you are in
prosperity, Mr Lee.. thank you,”
kata Rima, masih menunduk hormat..
Minho sama sekali tidak membalikkan
kursinya.. masih duduk membelakangi mereka..
Kwon Yun hanya melihat saja sikap Minho
yang seperti itu..
”you
may go,” balas Minho singkat, masih
membelakangi mereka
“gamsahabnida.. I am leaving,” Rima menunduk hormat sekali
lagi..lalu keluar ruangan Minho…
Kwon yun diam saja.. beberapa detik
kemudian,”ah..”, katanya.. dia
pun menyusul Rima sampai ke lift..
Dia buru buru memencet tombol lift lebih
cepat dari Rima,”aku antarkan pulang”, senyumnya
Mereka masuk dalam lift,”tidak usah, Mr Kwon..saya
tidak enak,” balas Rima dalam lift
”tidak mengapa,” Kwon Yun santai, dia
senyum pada Rima dan lalu berdiri bersampingan, menunggu lift turun sampai
lantai dasar..
Lalu mereka ke parkiran dan keluar kantor
utama..
”my Rima.. i really still don’t
believe that you do it … I am disappointed.. saya.. kecewa,” kata Minho dalam hatinya..dia hanya memandang lukisan saja..
Kwon
Yun mengajaknya ke toko kue nya disebuah mall cukup mewah..
“ini
toko ku,” katanya Ramah..semua karyawannya menunduk hormat pada Kwon yun.. lalu
tanpa Rima pikir, Kwon Yun ramah mengenalkan dirinya pada para karyawannya..
“Ini
teman baikku.. namanya Miss Rima..dia baik..dia suka membuat kue
tradisional..jadi kalian harus belajar padanya”, kata Kwon Yun
“aku punya 3 chef kue disini,” kata Kwon
Yun lagi pada Rima
Para chef menunduk hormat pada mereka..
”ah..saya tidak seberapa..saya Cuma bisa
membuat kue tradisional jakarta,” balas Rima, ramah
”mungkin bisa di combine dengan kue
tradisional Korea..ah..mari..aku persilahkan makan,satu mungkin yang kamu
suka..seperti kue Jakarta juga.. terbuat dari tepung beras,”
Kwon Yun lalu mengajaknya duduk di luar.. sementara
beberapa orang sedang asik makan kue dan juga minuman lainnya
”nuansa nya Korea modern ya?,” kata Rima
Kwon yun mengangguk, lalu kemudian,
waitress datang dengan kue yang dijanjikan..
Dilihat Rima, ada kue yang terbuat dari
tepung beras, agak sedikit licin dan ternyata ketika di gigit, dalamnya gula
manis..
”ah..ini seperti kue Ku..tetapi..ini
beda.. kalau kue Ku isinya parutan kelapa..coconut crispy with palm
sugar or green beans”
”wow.. jadi.. aku bisa buat yang baru.. penggabungan
antara Korea dengan Jakarta?,” mata kwon yun berbinar
Rima senyum mengangguk,”boleh..bisa jadi
enak”
”aku boleh minta recipe nya?,” kata Kwon
yun masih senang..
Rima
mengangguk ramah,”sure, Mr kwon..”
“kamu baik dan cantik,Miss.. aku suka kamu,” balas Kwon Yun jujur
Rima Cuma senyum saja..
”pantas saja si Minho suka dia.. dia
memang baik..aku juga jadi suka dengan dia,” kata Kwon yun dalam hatinya
Tak berapa lama mereka ngobrol soal kue
Ku.. Minho mengirimkan text messenger ke Kwon yun
”are
you still with her??,” kata Minho dalam text
messengernya
“still
in my store,” balas Kwon yun,”she teaches me how to make a new dessert”
“take
care of her,” balas Minho lagi
“eh?,”
kata Kwon yun dalam hatinya, lalu dia mengetik,”wae yo?? (kenapa-red)”
Tapi
Minho tidak membalasnya..
Lantas Rima pun pulang diantarkan Kwon
Yun..
Beh hamid bingung akan apa yang terjadi.. dia menyilahkan Kwon Yun masuk dan duduk..
”kalo elu bisa basa Indonesa??,” tanya beh
Hamid, ramah
”berbicara dengan Mr Kwon dengan bahasa
Indonesia, beh..bukan betawian,” kata Rima. Dia memberikan Kwon Yun minum..
“terima kasih,” balas kwon yun ramah
” oh..jadi dia maunya bahasa Indonesia?,”
tanya beh hamid lagi
Kwon yun menundukkan kepalanya sedikit,
menghormati beh hamid,”bisa.. aku lebih lama di Indonesia dibandingkan sepupu
ku, si Minho”
Beh Hamid ketawa,”iya.. si Minho muke kotak itu payah! Kemarin dia
kesini kita kerjain”
”babeh..,” timpal Rima singkat. Kwon Yun
senyum saja
”memang..rumah ini nyaman ya?,” kata Kwon
yun..dia melihat atap teras yang terbuat dari campuran rumbia dan genteng,”pantas
saja Minho suka ke sini”
”iya..tu si Minho sukanya makan kue
disini..terus dia ngomongin apa dah gue gak ngerti,” balas beh Hamid dengan
bahasa campuran
”itulah sepupu ku, Pak Hamid,” balas Kwon
yun ramah
”lu..eh, maksud gue... kamu..udah berapa
lama disini?,”
”baru 3 tahun, Pak Hamid,”
Beh Hamid gak heran,” oo..pantesan aje.. kalo
si Minho kan baru 4 bulan ye??”
“begitulah,” balas Kwon yun..
Dari tetangga sebelah terdengar lagu ”Aku bukan bang thoyib” yang
dinyanyikan Wali Band. Beh hamid lalu keluar teras sebentar, teriak pada
tetangganya yang masih abege itu,
yang masih keponakannya, si ipul..
”woi, Pul.. kecilin tu radio nape?? Gue lagi ade tamu!,”teriak dia ke keponakannya
”ini lagu lagi bagus, Beh!,”teriak si Ipul
sambil pegang Hp yang menyetel lagu Wali band itu.
”iye..tapi gue lagi ngobrol sama tamu mpok
lu…gue gibeng lu!,” balas beh Hamid lagi
Ipul pun nurut apa kata pamannya.. Kwon
yun senyum saja..,”lagu nya bagus”, ternyata dia tahu artinya
Rima senyum,”itu lagu band terkenal
disini..”
Walau suara dari mp3 Hp di kecilkan.. Ipul
ternyata nyanyi teriak teriak..
”sayang aku..bukanlah bang thoyib..yang gak pulang pulang..yang tak pasti
kapan dia datang.. duhai sayang..sabarlah sebentar..aku pasti pulang..karena
aku bukan..aku bukan..aku bukan.. bang thoyib.. “
“yihaaaa,” katanya lagi… sambil joget..
”Pul...
ade temen gue eni, Pul.. suara lu kenceng amat,” teriak Rima ke Ipul
“iye,
mpok..sori..,” lalu Ipul pun mengecilkan suara nyanyiannya..
“itu..maksudnya
adalah.. lelaki yang tidak pulang ke pacarnya, bukan??”, Tanya Kwon Yun ke Rima
dan beh Hamid
Rima senyum,”begitulah..atau ke
isterinya.. disini aja joke namanya Bang thoyib.. lelaki yang tidak pulang 3
kali lebih perayaan Hari Raya ke orang yang dicintainya”
Kwon yun tertawa keras,”Itu si Minho,
hahahaha! Aku baru kembali dari Korea 2 bulan yang lalu, hahahaha..jadi itu si
Minho!”
Beh Hamid ketawa ngakak juga,”eh.. lu bise juge ngerjain sodare lu kendiri
ye??hahahaha”
”beh..,” balas Rima..tapi beh Hamid salah
kaprah..dia pikir dia harus bicara bahasa Indonesia, lalu dia malah bilang ke
Kwon Yun dalam bahasa Indonesia,”suka bergurau juga ya?”
Kwon yun membalas,”aku berbeda dengan si Minho
yang kurang ramah,hahaha”
Mereka
ngobrol panjang lebar. Beh Hamid pun tahu akhirnya kalau Kwon Yun memegang
perusahaan Minho yang di desa Jambu..dan dia cerita kalau orang orang yang membantu Kwon
Yun itu..pada dasarnya dia dulu kenal, mereka teman sepermainan di silat.
” oh.. jadi Pak Hamid jago silat??,”
”iye.. gue suka silat daridulu,” beh Hamid
ketawa
”pak Rusdi pun begitu..juga yang lainnya,”
balas Kwon yun mengingat orang orang yang di desa Jambu..
Lama mereka berbicara sampai akhirnya Kwon
yun pamit..
”keep contact,” katanya ramah, ketika
ingin masuk mobil..
Rima menunduk hormat,”baik.. terima kasih,
Mr Kwon”
Lalu Kwon yun pun pergi..lama kelamaan mobilnya
menghilang di ujung jalan..
”beh..aye mau bicara..,” kata Rima di
dalam rumahnya..seperti biasa..duduk depan meja makan
”nape??urusan lu dengan si Minho lagi??
Atau same si Kwon yun?? Eh...si Kwon yun lebih oke dari si Minho muke kotak
ntu..lu demenan aje same die.. gue dukung deh,” beh Hamid malah ngajak bercanda
”bukan itu, beh.. besok..kita harus
memulangkan mobilnya Mr Lee,” kata Rima, pelan
Beh Hamid kaget,”bujug.. nape??!!??”
”aye...,” kata Rima.. lalu dia diam
sebentar..
”lu nape sama si Minho?? Lu dicelakain
die??,” beh Hamid penasaran campur kaget
”aye...dipecat, beh..,” balas Rima pelan
”APE!!!???!!!,” Beh Hamid benar benar
kaget
”iye,
beh.. aye dipecat.. tapi itu bukan salahnye Mr Lee, beh.. ntu karena aye
difitnah,”
“trus.. kenapa si muke kotak ntu pecat
lu?? Nape lu gak bela
diri??,”
Rima menunduk,”aye malas, beh..mungkin
saatnye aye pergi dari situ”
”kite
harus pulangin ntu mobil besok, beh..aye dah janji same die,” lanuut Rima lagi
“lu
dah punye kerjaan baru??,” Tanya beh Hamid
Salma yang daritadi juga mendengarkan jadi
agak sedikit resah juga,”emang si Minho kenape?? Kok die segitunye same lu??”
“Mr Lee gak salah, Nyak.. dia juga bingung
kalau aye liat romannye..tapi mungkin eni nyang baek untuk semuanye..lagian,
aye masih temenan same Mr Kwon kok,Nyak..nyang tadi.. sepupunye die”, balas
Rima, menoleh pada ibunya
“gue pikir..ntaran juga si Minho bakalan
kerepotan kagak ade lu,” kata beh Hamid,”besok kite pulangin tu mobil..pan gue
juge kagak enakan dari awalnye..”
”iye,
beh.. maafin aye, ye, beh..,”
Beh
Hamid senyum,”ah..gak ape.. gue yakin lu bakalan dapet pekerjaan nyang sama enaknye..”
“iye
beh..doain aye ..,”
Minho memandang Smartphone yang biasanya
di pegang Rima..
Lalu dia melihat smartphone nya
sendiri..dan memandang foto sekretarisnya itu ketika di pematang sawah dan juga
di puncak..
”I
am gonna miss you,my Rima …but why do you have a heart to disappointed me??”,
katanya masih kuyu.. dia menopang
dagunya lalu Cuma melihat lihat foto foto nya dia bersama Rima.. membolak
balikkan saja..
Daritadi dia ditawari makan oleh Suminah
juga hanya mengatakan sudah kenyang..
”Mr Lee kenapa toh, Pak??,” tanya Suminah
pada suaminya, Suryanto di dapur..
” ora
weru (tidak tahu-red) aku, bu.. daritadi kuyu..kayak anak ayam ra ono mboke (kehilangan induk-red),” balas Suryanto..
”Habis
meeting langsung begitu,” lanjut Suryanto lagi
“kali..usahane lagi turun,” balas Suminah
”I’ve
accompanied your ex secretary home..she’s safe,” kata Kwon Yun telepon Minho
“thanks,”
balas Minho singkat
“semua
mengecewakan.. I believe she doesn’t do it…what a pity you fire her,” kata kwon
yun lagi. Minho diam saja..
“ah..
okay..tomorrow.. we’ll discuss.. she will return your car,” lanjut kwon yun
“see ya tomorrow,” kata Kwon yun, lalu dia
mematikan Hp nya. Minho tidak
membalas apa apa..hanya diam..
Suryanto
tanpa sengaja menguping,”wah..bu Rima dipecat? Mobilnya dibalikin..kenapa ya??”
Suryanto berfikir fikir..lalu dia pergi
lagi dari dekat kamar Minho..takut ketahuan menguping..